Sering Telat Datang Bulan? Mungkin Tubuh Anda Sedang Meminta Istirahat

Rabu 25-02-2026,14:51 WIB
Reporter : MG Trilia Gita Amanda
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM-Bagi banyak perempuan, jadwal bulanan yang meleset sering kali memicu rasa waswas. Padahal, jika kita menilik sisi medis, rentang siklus yang dianggap normal berada di angka 21 sampai 35 hari. Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu seideal itu; ada kalanya "tamu" kita datang terlalu cepat, atau justru menghilang hingga berbulan-bulan. Penting untuk dipahami bahwa siklus yang berantakan ini sebenarnya adalah cara tubuh memberikan sinyal bahwa ada harmoni yang sedang terganggu di dalam sistem internal kita.

Salah satu dalang utama yang sering luput dari perhatian adalah stres. Mungkin terdengar klise, namun saat pikiran kita terbebani, tubuh akan memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Hormon ini punya kemampuan "menyabotase" kerja hipotalamus di otak yang bertugas mengatur siklus reproduksi. Efek dominonya jelas: komunikasi antara otak dan indung telur terputus, sehingga sel telur gagal dilepaskan dan jadwal haid pun bergeser. Selain urusan pikiran, fluktuasi berat badan yang terlalu ekstrem atau diet yang menyiksa tubuh juga bisa memaksa sistem reproduksi untuk "istirahat" sementara demi menjaga cadangan energi.

Di sisi lain, ada kondisi kesehatan yang lebih spesifik seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Di sini, ketidakseimbangan hormon membuat sel-sel telur kecil sulit untuk matang. Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid—si pengatur metabolisme—juga punya peran besar. Karena hormon tiroid dan reproduksi bekerja beriringan, gangguan pada salah satunya pasti akan memicu kekacauan pada yang lain. Itulah mengapa haid yang tidak teratur sering kali menjadi indikator awal adanya masalah kesehatan yang lebih kompleks.

Jadi, kapan sebaiknya kita mulai bertindak? Jika siklus Anda sering meleset secara konsisten selama tiga bulan berturut-turut, atau disertai nyeri yang tak tertahankan, jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli medis. Sering kali, solusinya dimulai dari hal-hal sederhana yang sering kita abaikan: memperbaiki jam tidur, beralih ke asupan nutrisi yang lebih bersih, serta belajar memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat. Menjaga siklus haid bukan hanya tentang kesuburan, tetapi tentang mencintai dan memahami bahasa tubuh kita sendiri setiap harinya.(*)

BACA JUGA:Benarkah Makanan Manis Bisa Meningkatkan Mood Saat Haid? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kategori :