RADARTVNEWS.COM – Istilah self-reward semakin populer di kalangan generasi muda. Setelah menyelesaikan tugas, mencapai target, atau melewati minggu yang melelahkan, banyak orang memilih memberi hadiah untuk diri sendiri. Mulai dari membeli makanan favorit, belanja pakaian, hingga liburan singkat, semua dianggap sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.
Pada dasarnya, self-reward merupakan hal yang positif. Menghargai diri sendiri dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri. Ketika seseorang merasa usahanya diakui, meskipun oleh dirinya sendiri, semangat untuk terus berkembang pun meningkat. Self-reward juga bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental di tengah tekanan aktivitas sehari-hari.
Namun, fenomena ini juga memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Tidak sedikit orang yang menjadikan self-reward sebagai pembenaran untuk berbelanja secara impulsif. Keinginan sesaat sering kali dikaitkan dengan alasan “karena sudah capek” atau “sekali-sekali tidak apa-apa”, padahal dilakukan berulang kali tanpa perencanaan yang jelas.
Media sosial turut berperan dalam memperkuat tren ini. Unggahan tentang belanja, kuliner, atau perjalanan sering kali memicu keinginan untuk melakukan hal serupa. Tanpa disadari, self-reward berubah menjadi gaya hidup konsumtif yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan.
BACA JUGA:Self Reward, Bentuk Apresiasi Diri di Tengah Tekanan Zaman
Agar tetap sehat secara finansial, self-reward sebaiknya dilakukan dengan bijak. Menentukan batas anggaran, memilih bentuk apresiasi yang sederhana, serta memastikan kebutuhan utama telah terpenuhi merupakan langkah penting. Self-reward tidak selalu harus mahal; waktu istirahat yang cukup, menonton film favorit, atau berkumpul bersama teman juga bisa menjadi bentuk penghargaan diri.
Pada akhirnya, self-reward bukanlah hal yang salah. Kuncinya terletak pada keseimbangan. Apresiasi diri yang dilakukan secara terkontrol dapat menjadi motivasi, sementara kebiasaan yang berlebihan justru bisa menimbulkan masalah baru. (*)
BACA JUGA:Bukan Cuma Estetik: Tren Media Sosial yang Diam-Diam Bikin Kita Boros