RADARTVNEWS.COM - Kabar mengejutkan bagi penggemar film petualangan: Walt Disney Studios Motion Pictures rumah produksi Disney telah resmi membatalkan rencana sekuel untuk film Jungle Cruise. Pernyataan ini dikonfirmasi langsung oleh para pemeran utamanya, Dwayne Johnson dan Emily Blunt, dalam wawancara terbaru dengan media luar negeri.
Pada wawancara itu, ketika ditanya apakah sekuel “Jungle Cruise 2” akan dilanjutkan, keduanya menjawab dengan tegas: “I don’t think so.” Johnson menjelaskan keputusan itu muncul setelah adanya perubahan kepemimpinan di Disney, serta restrukturisasi strategi pasca-pandemi COVID-19. Menurutnya, setelah dipertimbangkan ulang, studio memutuskan bahwa properti tersebut sudah dijalankan sekali dan mereka “tidak yakin” perlu melakukan revisi lagi. Emily Blunt menambahkan bahwa Disney tampaknya memilih untuk tidak “berlayar lagi.”
Film asli Jungle Cruise yang dirilis tahun 2021 memang sempat dianggap punya potensi franchise. Berbasis pada wahana klasik taman hiburan Disney dan dibumbui humor serta petualangan, film tersebut dibintangi Johnson sebagai kapten perahu dan Blunt sebagai ilmuwan petualang. Meski menerima respons cukup baik dari beberapa penonton dan berhasil meraih pendapatan global sekitar US$ 221 juta, hasil tersebut dianggap kurang memuaskan bila menimbang anggaran besar serta ekspektasi studio.
BACA JUGA:Disney+ Umumkan Adaptasi Live-Action Komik Horor Aku no Hana Siap Tayang April 2026
BACA JUGA:Billie Eilish Ciptakan Revolusi Film Konser 3D Bersama Sutradara “Avatar” James Cameron
Pembatalan ini menandai bahwa ambisi menciptakan serial petualangan ala “ride based film franchise” dari Disney setidaknya untuk Jungle Cruise resmi dihentikan. Meski begitu, Johnson dan Blunt kini beralih ke proyek lain artinya fans kemungkinan besar tidak akan melihat mereka kembali sebagai duo petualang di hutan Amazon.
Bagi kamu yang memperhatikan dunia perfilman internasional ataupun penggemar film aksi petualangan, perkembangan ini menunjukkan bagaimana pandemi dan dinamika internal studio bisa memengaruhi nasib sebuah franchise, meski awalnya terlihat menjanjikan.