RADARTV- "Dibaca kidah, biar kamu ngeh caleg yang mau dipilih". Begitulah sebuah kalimat yang sempat saya dengar sesaat sebelum mencoblos di TPS. Kira-kira begini arti kalimat tersebut: 'dibaca dong, biar kamu paham siapa calon yang mau dicoblos'. Namun, bisa juga diartikan: 'dibacalah, biar kamu tahu calon yang mau dicoblos'.
Ya, kidah dan ngeh adalah dua dari beberapa kata gaul yang cukup sering digunakan di Lampung. Meski tak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dua kata tersebut kerap dipakai dalam kalimat atau ungkapan saat berkomunikasi, terutama dalam percakapan beberapa warga dan kaum muda di Lampung.
Diketahui, Lampung merupakan daerah yang sangat multi-etnis. Di daerah ini terdapat berbagai kebudayaan yang hidup harmonis berdampingan. Jika datang ke Lampung, kita akan bisa dengan mudah mendengar banyak bahasa yang berbeda.
Secara geografis, daerah Lampung yang dikenal sebagai Gerbang Sumatera ini merupakan wilayah persinggahan atau transit antara Pulau Jawa dan Sumatera. Hal tersebut juga yang menjadi salah satu sebab keberagaman suku dari berbagai wilayah di Indonesia yang bermukim dan menjadi warga Lampung. Keanekaragaman etnis, budaya, dan bahasa menjadikan daerah ini tampak seperti Indonesia Mini.
Bahasa daerah Lampung sendiri sudah jarang terdengar digunakan di tempat-tempat umum. Bahasa Lampung lebih banyak dituturkan di dalam rumah, keluarga atau dalam acara adat dan lingkungan tertentu.
Selain itu, bahasa Jawa, Padang, Palembang, Sunda dan beberapa bahasa daerah lain juga cukup sering terdengar digunakan di Lampung. Keragaman bahasa ini tentunya menjadi bagian dari kekayaan budaya yang ada di Provinsi Lampung.
Meski memiliki keberagaman bahasa daerah, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama yang digunakan di Lampung. Terutama dalam perniagaan, pemerintahan, serta dalam komunikasi sehari-hari antar warga.
Tak hanya itu, beberapa kata yang khas dan unik dan juga kerap digunakan oleh anak-anak muda di Lampung dalam pergaulan sehari-hari. Kata-kata ini ada yang merupakan campuran atau serapan dari berbagai bahasa daerah. Namun ada juga gabungan dari beberapa kata dalam Bahasa Indonesia.
Berikut beberapa kata gaul, khas dan unik yang ada di Lampung:
- Basing
- Pengucapannya: basing.
- Maksud kata: terserah.
- Contoh: basinglah siapa yang nanti jadi presiden, yang penting nyoblos.
- Kidah
- Pengucapannya: kidah.
- Maksud kata: kata tambahan seperti 'dong' dengan penekanan maksud tertentu sesuai kalimat.
- Contoh: jangan kayak gitu kidah, nanti dia nggak mau nyoblos.
- Ngeh
- Pengucapannya: ngeh.
- Maksud kata: mengerti, paham.
- Contoh: Saya nggak ngeh apa yang diomongin caleg itu.
- Unjal
- Pengucapannya: unjal.
- Maksud kata: mengangkut atau mengantar secara bergiliran.
- Contoh: Ya sudah, kotak suaranya kita unjal pakai motor aja.
- Tegambuy
- Pengucapannya: tegambuy.
- Maksud kata: terombang-ambing tidak jelas.
- Contoh: gegara kamu pulang duluan saya jadi tegambuy di TPS.
- Kongek, Ngongek
- Pengucapannya: kongEk, ngongEk.
- Maksud kata: mengejek dengan maksud bercanda, lucu-lucuan.
- Contoh: akibat salah masuk TPS, saya dikongEk abis-abisan sama diaorang.