BANDARLAMPUNG - Beredarnya video di media sosial terkait salat tarawih yang terburu-buru dengan bacaan serta gerakan yang cepat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung memberikan tanggapan. Ketua Fatwa MUI Lampung Akhmad Ikhwani menjelaskan dalam melaksanakan salat harus dengan keadaan yang sangat khusyuk dan tidak boleh terburu buru. ’’Dalam rukun salat sendiri memiliki tuma’ninah yaitu suatu kondisi tertentu harus ada jeda atau tenang. Rukun ini di angkat dari hadist nabi Muhammad , ketika seseorang yang melakukan salat terburu buru di masjid Nabawi. Dan nabi menyuruh orang tersebut melakukan salat kembali sampai benar,’’ katanya. MUI Lampung berharap masyarakat di bulan ramadan ini dapat mencapai ketaqwaan serta bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk sehingga mendapatkan ridho Allah. Dihimpun radartvnews.com dari berbagai sumber, tarawih dalam Bahasa Arab berasal dari kata raha yang berarti rehat, tenang, nyaman atau lepas dari kesibukan duniawi. Sehingga dengan menjalankan salat tarawih diharapkan pelakunya mendapat ketenangan batin dan fisik. Alhasil, dari asal kata itulah tarawih yang digelar secara cepat dan terburu-buru, tidak bisa dipastikan apakah pelakunya mendapatkan ketenangan atau kenyamanan saat menjalankannya. Selain itu dalam kitab Fathul Mu'in karya Syeh Zainuddin Al-Malaibari menyebutkan salah satu syarat sah salat ialah membaca Surah Al-Fatihah dengan tartil. Hal ini dijelaskan pula dalam surat Al-Muzammil ayat 4, "Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan,". Sehingga bacaan ayat Alquran dalam salat tidak bisa dilakukan dengan cepat-cepat. Hal ini sebagaimana yang diterangkan Ali bin Abi Thalib yang mengartikan tartil yaitu membaguskan huruf dan mengetahui tempat-tempat berhentinya bacaan (waqaf). Ditambah para ulama juga sepakat memakruhkan bacaan Alquran yang cepat, karena bisa bacaan al-quran bisa cacat dan merusak makna, yang akhirnya malah berbuat dosa. Jadi, kesimpulannya tarawih yang dilakukan dengan cepat pada dasarnya tidak masalah selama memperhatikan hal-hal berikut. Yakni, Ketika makmum khawatir tidak sempat menyelesaikan bacaan Surah Al-Fatihah setelah imam membacanya, maka makmum bisa mengawali bacaan Al-Fatihah sesaat setelah imam memulai. Ketika makmum khawatir tidak sempat menyelesaikan bacaan Surah Al-Fatihah setelah imam membacanya, maka makmum bisa mengawali bacaan Al-Fatihah sesaat setelah imam memulai. Upaya keluar dari perdebatan, upayakan menyempatkan diri untuk thuma’ninah dalam setiap rukun qashir (singkat), terutama rukuk dan sujud, sekurang-kurangnya selama membaca satu tasbih (subhanallah) dan semua anggota tubuh dalam keadaan diam. Jika masih memungkinkan untuk mengambil jumlah rakaat tarawih yang banyak, seperti yang 20 rakaat, dengan tetap memelihara bacaan dan thuma’ninah, maka lakukanlah. Sebagaimana namanya, salat tarawih artinya salat yang tenang, maka raihlah ketenangan dalam salat. (cr6/rie)
Salat Tarawih Ngebut, Bolehkah?
Sabtu 09-04-2022,02:00 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,11:08 WIB
Sulap Sampah Jadi Biogas, Siswa SMA 1 Sribawono Bersinar di GEMPITA
Kamis 06-08-2026,16:37 WIB
Ratusan Orang Rela Menunggu Tiga Tahun Ikuti Ngerit di Lampung, Ini Alasannya!
Rabu 05-08-2026,23:49 WIB
Menikmati Pesona Gunung Seminung, Atap Perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan yang Memikat Pendaki
Kamis 06-08-2026,18:08 WIB
Fakta Nama Unik Kelurahan Bencongan di Tangerang, Ini Sejarahnya
Kamis 06-08-2026,09:47 WIB
Viral Dugaan Nakes Hina Pasien BPJS, DPR RI Desak Kemenkes Lakukan Investigasi
Terkini
Kamis 06-08-2026,22:23 WIB
Foto Estetik hingga Video Sinematik Kini Bisa Dibuat Sekali Klik, Apa Rahasianya?
Kamis 06-08-2026,22:01 WIB
Hanya Semalam, 12 Ruko dan 10 Toko di Labuhan Ratu Ludes Dilalap Si Jago Merah
Kamis 06-08-2026,21:24 WIB
Rahasia Daun Binahong, Tanaman Merambat yang Ampuh Percepat Penyembuhan Luka Kulit
Kamis 06-08-2026,21:17 WIB
Hampir 1.000 Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Kamis 06-08-2026,21:06 WIB