Menebar PPDB, Memanen Masalah Karut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi selalu menyisakan persoalan. Tak sedikit orangtua kecewa. Sementara, pemerintah enggan dianggap gagal total menerapkan sistem ini. Metode zonasi dalam PPDB bak menjungkirbalikkan nalar. Menghancurkan proses persaingan terbuka, dan merampas kebebasan anak untuk memilih sekolah sesuai cita-cita. Ironis. Hanya lantaran dekat dengan sekolah favorit, siswa dengan nilai-pas-pasan bisa diterima. Sedangkan calon siswa dengan nilai tinggi, haknya tersingkir dirampas zonasi. Efek domino diberlakukannya sistem zonasi pasti terasa. Tak hanya menghancurkan mental siswa berprestasi, mutu dan kualitas sekolah pun menurun. Sistem Zonasi tanpa sengaja melahirkan mental-mental kongkalikong antara orangtua, aparatur desa, hingga pejabat publik. Demi bisa masuk ke sekolah terdekat, orangtua nekat memalsukan data kependudukan sang buah hati. Benih PPDB Sudah Ditebar, Buah Masalah Wajib Dituai. #PPDB #LAMPUNG #UPDATE #PENDIDIKAN
Newstrending Menebar PPDB, Memanen Masalah EPS 4 Seg 1
Senin 29-06-2020,22:29 WIB
Reporter : admin
Editor : admin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 16-06-2026,20:15 WIB
Kenapa Game Gratis Bisa Menghasilkan Miliaran Rupiah? Ini Cara Kerjanya
Selasa 16-06-2026,20:15 WIB
Dulu Main Game untuk Hiburan, Kini Banyak yang Menjadikannya Pekerjaan
Selasa 16-06-2026,22:25 WIB
Warga Tiga Kecamatan di Lamtim Harapkan Masuk Wilayah Kota Metro, Ajak Referendum
Selasa 16-06-2026,17:56 WIB
HKSL Lampung Kukuhkan Komitmen Pelestarian Budaya melalui Penamatan Latihan Grup Bedikir
Selasa 16-06-2026,23:08 WIB
Dibalik Rencana Kesepakatan Damai Iran dan AS, Negara Arab Siapkan Dana Rp5.316 Triliun
Terkini
Rabu 17-06-2026,11:10 WIB
Anak-Anak di Gaza Bermain di Tengah Reruntuhan Bangunan, Potret Masa Kecil di Tengah Dampak Konflik
Rabu 17-06-2026,11:03 WIB
Messi Cetak Hat-trick Perdana di Piala Dunia, Argentina Taklukkan Aljazair 3-0
Selasa 16-06-2026,23:08 WIB
Dibalik Rencana Kesepakatan Damai Iran dan AS, Negara Arab Siapkan Dana Rp5.316 Triliun
Selasa 16-06-2026,22:25 WIB