Mengenal Perbedaan Nirmana Dwimatra dan Trimatra, Dasar Penting dalam Pembelajaran DKV
Mengenal Perbedaan Nirmana Dwimatra dan Trimatra, Dasar Penting dalam Pembelajaran DKV-Foto: by pixels-radartv.disway.id
RADARTVNEWS.COM - Nirmana merupakan salah satu materi dasar yang dipelajari oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV). Dalam pembelajaran ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana unsur-unsur visual seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur dapat disusun menjadi sebuah karya yang menarik. Nirmana sendiri terbagi menjadi dua jenis yang umum dipelajari, yaitu Dwimatra dan Trimatra.
Nirmana Dwimatra merupakan karya seni rupa dua dimensi yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Karya ini dibuat pada bidang datar sehingga tidak memiliki volume nyata. Contohnya dapat ditemukan pada susunan bentuk geometris, komposisi garis, permainan warna, serta pola visual di atas kertas.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa biasanya menggunakan media seperti kertas gambar, pensil, spidol, cat, atau bahan lainnya. Mereka perlu memperhatikan keseimbangan, irama, kesatuan, dan kontras agar susunan elemen terlihat harmonis.
Sementara itu, Nirmana Trimatra merupakan karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Berbeda dengan Dwimatra, karya Trimatra mempunyai volume sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Contohnya berupa susunan bentuk kubus, balok, tabung, atau bentuk bebas yang dirangkai menjadi sebuah komposisi.
Pembuatan Nirmana Trimatra biasanya membutuhkan bahan seperti karton, kertas, kawat, kayu, atau material lainnya. Mahasiswa dituntut untuk memperhatikan bentuk, ruang, keseimbangan, serta struktur agar karya dapat berdiri dengan baik.
BACA JUGA:Penampilan Nyentrik Mahasiswa DKV Jadi Ciri Khas, Ekspresi Kreativitas Lewat Gaya Berpakaian
Perbedaan utama keduanya terletak pada dimensi dan bentuk karyanya. Dwimatra berfokus pada bidang datar, sedangkan Trimatra mengolah bentuk yang memiliki volume.
Melalui pembelajaran ini, mahasiswa DKV tidak hanya belajar membuat karya yang menarik secara visual, tetapi juga memahami dasar penyusunan elemen desain. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting untuk mengembangkan kreativitas dalam berbagai bidang desain.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: