Jangan Asal Konsumsi, Kemenkes Beri Peringatan soal Produk Zero Sugar

Jangan Asal Konsumsi, Kemenkes Beri Peringatan soal Produk Zero Sugar

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih dan mengonsumsi produk berlabel zero sugar menyusul polemik Beeru Stevia.--

RADARTVNEWS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk makanan dan minuman yang mencantumkan klaim low sugar maupun zero sugar.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul polemik pemanis Beeru Stevia yang mencuat setelah influencer Dokter Detektif (Doktif) membeberkan hasil pengujian laboratorium terhadap produk tersebut.

Kemenkes menegaskan, klaim rendah gula atau tanpa gula pada kemasan tidak selalu menunjukkan bahwa produk tersebut lebih sehat. 

Oleh karena itu, masyarakat diminta memperhatikan komposisi, informasi nilai gizi, serta jumlah konsumsi sebelum membeli atau menggunakannya.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang diungkap Dokter Detektif (Doktif), produk Beeru Stevia diketahui memiliki kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dengan energi total mencapai 188,84 kilokalori per 100 gram sampel.

BACA JUGA:Kenali Bahaya Menghirup Uap Bensin bagi Sistem Saraf dan Pernapasan

Hasil pengujian tersebut juga mencatat adanya kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 mg/L dan neotam sebanyak 5.280,99 mg/L.

Temuan itu menjadi sorotan Doktif lantaran kedua jenis pemanis buatan tersebut disebut tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan produk. 

Meski demikian, hasil pengujian 

yang dipublikasikan Doktif belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menanggapi polemik tersebut, Beeru Indonesia mengumumkan penghentian sementara penjualan Beeru Stevia. 

Pihak perusahaan juga menyatakan tengah melakukan verifikasi serta berkoordinasi dengan mitra manufaktur untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Di sisi lain, BPOM masih melakukan penelusuran, pengambilan sampel, hingga pengujian terhadap produk tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Aji Muhawarman, mengatakan belum ada kesimpulan mengenai keamanan Beeru Stevia sebelum hasil pemeriksaan dari regulator dikonfirmasi.

"Kemenkes belum bisa menyimpulkan produk tersebut berbahaya atau menjelaskan dampak buruk terhadap kesehatan sebelum ada hasil pengujian dan penilaian BPOM terkonfirmasi," ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: detikhealth.com