Peserta Half Marathon JRF 2026 Terobos Barikade, dr. Tirta Ingatkan Aturan Lomba

Peserta Half Marathon JRF 2026 Terobos Barikade, dr. Tirta Ingatkan Aturan Lomba

Peserta Half Marathon JRF 2026 Terobos Barikade-ilustrasi-Magnific

RADARTVNEWS.COM – Sejumlah peserta kategori Half Marathon dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menjadi sorotan setelah nekat menerobos barikade Cut-Off Point (COP) pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar dan memperlihatkan peserta berdesakan hingga mendorong pembatas ketika jalur perlombaan telah ditutup.

Berdasarkan informasi yang beredar, Cut-Off Point pertama untuk kategori Half Marathon berada di kilometer 10,5 dengan batas waktu pukul 06.30 WIB. Peserta yang tidak mencapai titik tersebut sesuai batas waktu harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

dr. Tirta Ingatkan Pelari Patuhi Aturan

Kejadian tersebut turut mendapat perhatian dokter sekaligus figur publik, dr. Tirta. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengingatkan para pelari agar membaca dan memahami seluruh aturan sebelum mengikuti perlombaan.

Ia menegaskan bahwa peserta yang gagal melewati batas waktu tidak seharusnya memaksakan diri dengan menerobos pembatas yang telah dipasang panitia.

“Kalau kesapu COP itu ya latihan lagi dan next time kalau dah register event: baca aturannya yang lengkap,” tulis dr. Tirta dalam unggahannya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya sikap sportif dalam mengikuti kompetisi. Pelari yang belum berhasil mencapai target waktu disarankan melakukan evaluasi dan meningkatkan latihan sebelum kembali mengikuti perlombaan berikutnya.

Keselamatan Pelari Jadi Perhatian

Selain persoalan pelanggaran batas waktu, aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan JRF 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut, tim medis JRF melaporkan adanya sejumlah peserta yang mengalami heatstroke pada hari pertama kegiatan.

Heatstroke merupakan kondisi serius ketika tubuh mengalami peningkatan suhu berlebihan dan membutuhkan penanganan medis segera. Kondisi ini menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai dalam kegiatan olahraga ketahanan, terutama ketika peserta berlari dalam kondisi cuaca panas.

Karena itu, peserta perlu memahami aturan perlombaan, mengenali kemampuan fisik masing-masing, serta mengikuti arahan panitia dan petugas medis selama kegiatan berlangsung.

Insiden penerobosan barikade tersebut menjadi pengingat bahwa pencapaian target waktu bukan satu-satunya hal yang penting dalam perlombaan lari. Kepatuhan terhadap aturan dan keselamatan diri maupun peserta lain juga harus menjadi prioritas.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: bandung hari ini (@bandung_hariini)