Angkat Musik Bambu Cakatinding, Manggarai Barat Perkuat Identitas Budaya

Angkat Musik Bambu Cakatinding, Manggarai Barat Perkuat Identitas Budaya

Manggarai Barat mengangkat musik bambu Cakatinding sebagai ikon budaya NTT dan daya tarik wisata Labuan Bajo.--Sumber Photo: vivantt

RADARTVNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berupaya mengangkat musik tradisional bambu Cakatinding sebagai ikon budaya daerah sekaligus daya tarik wisata. 

Upaya ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) untuk mengangkat musik tradisional bambu Cakatinding sebagai ikon budaya Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat identitas lokal di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Labuan Bajo.

Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat, Fransiskus Selmas, mengatakan pengembangan musik Cakatinding menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman budaya khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

"Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin merasakan pengalaman budaya yang khas. Musik bambu Manggarai adalah salah satu aset yang bisa kami tawarkan," kata Fransiskus, Senin (12/10).

Menurutnya, pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata. 

BACA JUGA:Lewat Busana Adat di Lahan Hangus, Seniman Sentil Persoalan Kebakaran

Ia menilai pengembangan destinasi wisata perlu diimbangi dengan penguatan identitas budaya masyarakat setempat.

"Melestarikan budaya Manggarai itu bukan soal menjaga masa lalu, tapi soal mempersiapkan identitas di masa yang akan datang. Membangun pariwisata tanpa budaya adalah sebuah industri tanpa jiwa," tegasnya.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan maestro musik tradisional Manggarai, Felix Edon. 

Ia menilai inisiatif pemerintah daerah dapat menjadi langkah untuk menjaga keberadaan Cakatinding agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

"Ini upaya yang sangat baik, untuk bisa menghidupkan kembali identitas budaya lokal kita di tengah industri pariwisata yang semakin pesat," ujar Felix, Minggu (11/10).

Cakatinding merupakan alat musik tradisional berbahan bambu yang awalnya dimainkan oleh petani Manggarai di ladang dan sawah. 

Selain menjadi hiburan saat bekerja, alat musik ini juga digunakan untuk mengusir hewan pengganggu tanaman, seperti kera dan babi hutan.

Dalam perkembangannya, Cakatinding beralih fungsi menjadi instrumen seni pertunjukan yang dapat dimainkan secara mandiri maupun dipadukan dengan alat musik lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: cnnindonesia