Sering Begadang dan Kurang Tidur? Kebiasaan Ini Berkaitan dengan Risiko Sleep Paralysis
Ilustrasi Kurang Tidur-Mohammad Mubarak-Pinterest
Jakarta, RADARTVNEWS.COM – Terbangun pada malam hari, tetapi tubuh tidak bisa digerakkan, mulut terasa sulit berbicara, hingga muncul sensasi seolah-olah ada sosok lain di dalam kamar. Pengalaman tersebut kerap dikaitkan dengan hal mistis atau kesurupan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.
Fenomena ini dapat terjadi ketika seseorang mulai tertidur atau baru terbangun. Meski terasa menakutkan, sleep paralysis umumnya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemunculannya adalah kebiasaan kurang tidur dan pola tidur yang tidak teratur.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa kurang tidur, kebiasaan begadang, perubahan jadwal tidur, stres, serta kondisi gangguan tidur tertentu dapat berkaitan dengan terjadinya sleep paralysis.
Karena itu, kebiasaan tidur yang berantakan tidak sebaiknya dianggap sebagai persoalan sepele, terutama jika mulai mengganggu kualitas istiahat dan aktivitas sehari-hari.
Mengapa Tubuh Tidak Bisa Bergerak Saat Terbangun?
Secara medis, sleep paralysis berkaitan dengan fase rapid eye movement (REM), yaitu tahap tidur ketika aktivitas otak relatif tinggi dan mimpi biasanya terjadi.
Pada fase REM, tubuh mengalami penekanan sementara aktivitas otot rangka. Mekanisme alami ini membantu mencegah seseorang melakukan gerakan fisik secara langsung saat bermimpi.
Namun, pada sleep paralysis, kesadaran seseorang dapat kembali ketika mekanisme yang membatasi gerakan otot tersebut belum sepenuhnya berakhir. Akibatnya, orang tersebut merasa sudah terbangun, tetapi belum mampu menggerakkan tubuh atau berbicara.
Menurut penjelasan Cleveland Clinic, episode ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Sebagian orang juga mengalami sensasi tertekan pada dada atau merasa ada sosok di dekatnya.
Pengalaman tersebut dapat terasa sangat nyata dan memicu ketakutan. Meski demikian, sensasi melihat atau merasakan kehadiran sosok tertentu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya sesuatu yang bersifat gaib.
BACA JUGA:Kurang Tidur Bisa Picu Penurunan Konsentrasi, Ahli Ingatkan Dampaknya pada Aktivitas Harian
Begadang dan Jadwal Tidur Berantakan Bisa Meningkatkan Risiko
Kurang tidur merupakan salah satu faktor yang diketahui berkaitan dengan sleep paralysis. Kebiasaan tidur larut malam, waktu tidur yang berubah-ubah, hingga pola istirahat yang terganggu dapat memengaruhi keteraturan siklus tidur.
Laman layanan kesehatan National Health Service (NHS) Inggris menjelaskan bahwa sleep paralysis berkaitan dengan sejumlah kondisi, termasuk insomnia, pola tidur yang terganggu, narkolepsi, serta beberapa kondisi kesehatan mental.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kementerian kesehatan ri