Aduan Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran Masuk Bareskrim

Aduan Dugaan Pemalsuan Dokumen Pendidikan Gibran Masuk Bareskrim

Pengacara Ahmad Khozinudin menyampaikan keterangan usai membuat dumas terkait dengan penerbitan suket pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka.--lombokpost.jawapost

RADARTVNEWS.COM – Bareskrim Polri menerima pengaduan terkait dugaan pemalsuan surat keterangan penyetaraan pendidikan yang digunakan Gibran Rakabuming Raka saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024. 

Pengaduan tersebut disampaikan oleh Tim Advokasi Penegak Etika, Moral, dan Integritas Bangsa melalui kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin, pada Rabu (7/10).

Khozinudin mengatakan, dokumen yang dipersoalkan adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan pada Agustus 2019. Surat itu digunakan sebagai bukti bahwa pendidikan Gibran di luar negeri setara dengan jenjang sekolah menengah atas di Indonesia.

Ia melaporkan dugaan tersebut menggunakan Pasal 391 Ayat (1) dan (2) KUHP tentang pemalsuan dan penggunaan surat palsu.

Menurut Khozinudin, sertifikat kehadiran Gibran di sekolah luar negeri bukan bukti kelulusan. Namun, pihak lain menilai perkara itu belum tentu masuk ranah pidana karena masih berkaitan dengan proses penyetaraan pendidikan luar negeri.

Pengaduan tersebut diajukan setelah Mahkamah Konstitusi membahas persoalan dokumen pendidikan Gibran dalam putusannya. Khozinudin menilai proses di kepolisian dapat membuka ruang untuk meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk Gibran dan pihak yang menerbitkan surat keterangan.

Namun, dugaan pidana tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian RI, Edi Saputra, mengatakan penyidik akan memeriksa seluruh barang bukti dan menilai apakah terdapat unsur pidana dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Gibran menyatakan menghormati proses hukum dan tetap fokus bekerja. Ia juga menegaskan bahwa dirinya dapat berkuliah hingga jenjang sarjana karena telah menyelesaikan pendidikan menengah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: cnn indonesia

Berita Terkait