Cuaca Panas dan Daun Kering Jadi Ancaman, Ibu 57 Tahun Tewas Saat Bakar Sampah
Ilustrasi Daun kering dan cuaca panas membuat api cepat menjalar liar.-generated image -Chat GPT
LOMBOK TENGAH, RADARTVNEWS.COM — Cuaca panas dan tumpukan dedaunan kering diduga membuat api cepat membesar hingga berujung petaka di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang ibu berinisial M (57) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar setelah sebelumnya berpamitan untuk membakar sampah di kebun belakang rumahnya, Selasa (6/10/2026).
Korban ditemukan di areal perkebunan Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, sekitar pukul 18.30 Wita. Saat ditemukan keluarga, bara api masih terlihat di sekitar tubuh korban dan warga berupaya memadamkannya menggunakan air. (detikcom)
Peristiwa ini menjadi sorotan karena aktivitas yang dilakukan korban pada awalnya merupakan kegiatan sehari-hari, yakni membakar sampah. Namun, kondisi lingkungan yang kering membuat api diduga menyebar dengan cepat.
Cuaca Panas Membuat Api Cepat Menjalar
Kepala Desa Selebung Agus Kusumahadi mengatakan korban sebelumnya membakar sampah di area belakang rumah. Di lokasi tersebut terdapat banyak pepohonan dan dedaunan kering yang mudah terbakar.
Menurut Agus, kondisi cuaca panas saat kejadian diduga membuat api lebih cepat menyebar.
“Setelah itu, mungkin karena cuaca panas ini kan api menyebar cepat,” kata Agus kepada detikBali.
Sekitar pukul 14.00 Wita, cucu korban sempat melihat api cukup besar di area perkebunan. Namun, saat itu sang cucu tidak mengetahui bahwa korban berada di lokasi tersebut.
Kondisi tersebut membuat aktivitas membakar sampah berubah menjadi situasi berbahaya dalam waktu beberapa jam.
Riwayat Stroke Diduga Membuat Korban Sulit Menyelamatkan Diri
Selain kondisi lingkungan yang kering, kondisi kesehatan korban juga menjadi bagian penting dalam peristiwa tersebut.
Menurut Kepala Desa Selebung, korban diketahui memiliki riwayat stroke ringan. Kondisi itu diduga membuat korban mengalami kesulitan ketika berusaha menyelamatkan diri saat api membesar.
Namun, faktor tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kematian korban. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan polisi bersama Tim Identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Identifikasi Polresta Lombok Tengah untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban,” kata Punguan.
Polisi juga belum memastikan waktu pasti maupun penyebab kematian karena kondisi jenazah mengalami luka bakar cukup parah. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:PPID ESDM Tindak Lanjuti Permohonan Laskar Lampung soal Panas Bumi Suoh-Sekincau
Anak Mencari Ibunya hingga Menemukan Korban
Sebelum ditemukan, korban sempat bertemu dengan anak dan cucunya sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu M menyampaikan hendak pergi ke kebun untuk membakar sampah.
Beberapa jam kemudian, keluarga mulai mencari korban karena tidak kunjung kembali.
Pencarian akhirnya menemukan M sekitar pukul 18.30 Wita dalam kondisi telah terbakar. Saat itu bara api masih terlihat di sekitar tubuh korban sehingga warga bersama keluarga berusaha memadamkannya.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Masih Pastikan Penyebab Kematian
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang, di antaranya satu buah golok dan satu botol minuman berenergi. Namun, polisi belum menyimpulkan keterkaitan barang-barang tersebut dengan kematian korban.
Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh informasi dan temuan di lokasi.
Keterangan kepala desa yang menyebut peristiwa tersebut sebagai musibah juga belum menggantikan proses penyelidikan kepolisian. Polisi tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membakar sampah di tengah kondisi panas dan banyak material kering memiliki risiko api menjalar tanpa terkendali. Terlebih, aktivitas tersebut dilakukan seorang diri oleh seseorang yang memiliki keterbatasan kondisi fisik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: polresta lombok tengah