40 Persen Gen Z Pilih Nikah Sederhana di KUA

40 Persen Gen Z Pilih Nikah Sederhana di KUA

Fenomena Gen Z yang memilih menikah di KUA demi menjaga kestabilan finansial pascanikah.-- Foto / Ilustrasi ( WebNikah )

RADARTVNEWS.COM – Fenomena baru kini tengah berkembang di kalangan Generasi Z (Gen Z) yang mulai mengalihkan pilihan pernikahan mereka ke konsep yang lebih sederhana. Banyak pasangan muda kini lebih memilih melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) ketimbang menggelar resepsi megah yang berpotensi membebani finansial di masa depan.

Kepala KUA Tebet, Nasrulloh, mengungkapkan bahwa lonjakan tren pernikahan di KUA terlihat sangat signifikan pada tahun ini.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya proporsi pasangan yang menikah di KUA Tebet hanya sekitar 20 persen dan 80 persen sisanya menggelar di luar KUA, kini pada tahun 2026 angkanya bergeser drastis. Sebanyak 40 persen pasangan memilih menikah langsung di KUA, dengan mayoritas didominasi oleh kalangan Gen Z.

Alasan efisiensi dan kepraktisan menjadi pertimbangan utama para pasangan muda. Salah satu Gen Z yang memutuskan menikah di KUA, Seruni Cantika, mengaku bahwa langkah ini diambil demi memprioritaskan tabungan masa depan pascanikah. Terlebih, prosesi akad nikah di KUA pada hari dan jam kerja sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

Bagi Seruni, menuruti gengsi untuk menggelar pesta besar bukanlah hal yang bijak jika harus mengawali kehidupan rumah tangga dengan jeratan beban finansial.

Berseberangan dengan Tren Berutang di Amerika Serikat

Pilihan rasional Gen Z di Indonesia ini terbilang berbanding terbalik dengan kondisi pasangan muda di Amerika Serikat. Berdasarkan survei LendingTree pada Maret 2025 terhadap lebih dari 1.000 pengantin, sebanyak 67 persen atau sekitar dua pertiga pasangan di AS mengaku rela berutang demi mewujudkan pesta pernikahan impian.

BACA JUGA:Alasan Gen Z Menunda dan Memilih Tidak Menikah, Cek Faktanya!

Penulis senior Bankrate, Lauren Nowacki, mengingatkan besarnya risiko di balik keputusan menggelar pesta mewak demi gengsi semata. Menurutnya, pasangan harus berpikir jernih mengenai dampak utang terhadap masa depan rumah tangga.

"Pernikahan itu hanya satu hari, tapi kehidupan pernikahan dimulai keesokan harinya. Apakah Anda ingin memulai pernikahan dengan utang bersama? Pikirkan rencana masa depan dan bagaimana utang itu akan memengaruhinya," tegas Lauren.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: unggahan akun instagram @taubatters