Asap Karhutla Masuk Rumah, Ini Cara Menjaga Kesehatan Keluarga
--
RADARTVNEWS.COM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah perlindungan, termasuk ketika asap mulai masuk ke dalam rumah.
Kementerian Kesehatan menyebut asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi masuknya udara luar ketika kualitas udara sedang buruk. Jendela dan pintu dapat ditutup rapat agar paparan asap dari luar tidak semakin banyak masuk ke dalam rumah. Kemenkes juga menganjurkan penggunaan penyaring udara di dalam ruangan apabila tersedia.
Masyarakat juga perlu memantau kondisi kualitas udara secara berkala. BMKG menyediakan informasi kualitas udara dan prediksi sebaran partikulat kabut asap hingga tiga hari ke depan. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum keluarga melakukan aktivitas di luar rumah.
BACA JUGA:Musim Kemarau Jadi Perhatian, Kasus ISPA dan Pneumonia di Bandar Lampung Mengalami Peningkatan
Jika harus keluar rumah ketika kualitas udara memburuk, penggunaan masker respirator seperti N95 dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel halus. Aktivitas di luar ruangan, terutama olahraga, juga sebaiknya dibatasi ketika udara berada dalam kondisi tidak sehat.
Selain menjaga kondisi udara di dalam rumah, keluarga perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Asupan makanan bergizi, istirahat yang cukup, konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan tubuh dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama periode kabut asap.
Keluhan seperti batuk, iritasi mata, tenggorokan tidak nyaman, atau gangguan pernapasan perlu diperhatikan. Apabila muncul keluhan yang mengganggu atau kondisi semakin memburuk, masyarakat dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan penyakit pernapasan. Dengan membatasi paparan asap, memantau kualitas udara, dan menjaga kondisi rumah tetap terlindungi, risiko kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kementerian kesehatan ri