Kabut Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Palembang Capai Level Berbahaya

Kabut Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Palembang Capai Level Berbahaya

Kondisi tersebut membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya bagi kesehatan.--antaranews

RADARTVNEWS.COM – Kabut asap semakin tebal menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang pada Minggu (4/10/2026). Kondisi ini terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk ke wilayah perkotaan.

Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai angka tertinggi 903,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB.

Angka tersebut masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan dan menjadi nilai tertinggi sepanjang pemantauan pada tahun ini. PM2.5 sendiri merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan.

Kabut asap yang semakin pekat juga berdampak pada jarak pandang masyarakat. Sejumlah ruas jalan di Palembang terlihat diselimuti asap, bahkan pengendara harus lebih berhati-hati karena kondisi pandangan yang terbatas.

BACA JUGA:Nasib Getir Satwa Langka Kalimantan di Tengah Kepungan Karhutla: Orangutan Kelaparan hingga Mati Mengenaskan

Selain itu, asap juga dirasakan warga saat beraktivitas di luar ruangan. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih hingga gangguan pernapasan akibat pekatnya kabut asap.

Kondisi tersebut dipengaruhi asap karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dan terbawa masuk ke Kota Palembang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan. Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata sebagai perlindungan dari paparan asap.

Pada Senin (5/10/2026), kualitas udara Palembang masih berada dalam kategori berbahaya. Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu bahkan mencapai 881 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB, sementara di Stasiun Musi 2 mencapai 802,3 µg/m³ pada pukul 03.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: cnnindonesia

Berita Terkait