Satu dari Empat Siswa Indonesia Alami Perundungan, Ini Kata Data PISA 2025
--
RADARTVNEWS.COM – Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan masih tingginya kasus perundungan di lingkungan sekolah Indonesia. Sebanyak 24 persen siswa Indonesia melaporkan pernah mengalami setidaknya satu bentuk perundungan beberapa kali dalam sebulan.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berada di angka 20 persen. Data tersebut merupakan bagian dari hasil PISA 2025 yang dirilis OECD pada September 2026.
PISA tidak hanya mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi dan lingkungan tempat mereka belajar. Dalam laporan tersebut, perundungan disebut dapat memengaruhi rasa aman serta keterikatan siswa dengan lingkungan sekolah.
Di Indonesia, salah satu bentuk perundungan yang banyak dilaporkan adalah ejekan verbal. Sebanyak 15,2 persen siswa mengalami ejekan, sedangkan 11,6 persen mengaku menjadi korban rumor atau desas-desus buruk.
Perundungan juga terjadi di ruang digital. Sekitar 7 persen siswa Indonesia melaporkan bahwa informasi yang membuat mereka tidak nyaman dipublikasikan secara daring tanpa persetujuan mereka. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD yang mencapai 3 persen.
BACA JUGA: Kronologi Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal, Diduga Dirundung Kakak Kelas
Temuan PISA 2025 juga menunjukkan adanya kaitan antara perundungan siber dan capaian akademik. Siswa yang melaporkan informasi mengenai dirinya disebarkan secara daring tanpa izin memperoleh nilai sains rata-rata 18 poin lebih rendah dibandingkan siswa lainnya.
Secara keseluruhan, hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang aman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar siswa. Pencegahan perundungan diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung proses pembelajaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: rri.co.id