Brunch: Pilihan Waktu Makan Anak Muda yang Serba Praktis dan Hemat

Brunch: Pilihan Waktu Makan Anak Muda yang Serba Praktis dan Hemat

Brunch--Pinterest

RADARTVNEWS.COM — Bagi sebagian orang, sarapan pagi bukanlah kebiasaan yang mudah dilakukan. Ada yang belum terbiasa makan sesaat setelah bangun tidur, sementara sebagian lainnya justru baru merasa lapar ketika pagi mulai beranjak siang.

Di sisi lain, menunggu hingga waktu makan siang juga tidak selalu menjadi pilihan. Perut yang terlalu lama kosong dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi pencernaan sensitif. Di tengah situasi tersebut, brunch bisa menjadi salah satu pilihan waktu makan yang berada di antara sarapan dan makan siang.

brunch merupakan istilah yang berasal dari gabungan kata breakfast dan lunch. Waktu makan ini umumnya dilakukan menjelang siang, sehingga dapat menjadi alternatif bagi orang yang melewatkan sarapan tetapi belum ingin menunggu hingga waktu makan siang. 

Kebiasaan tersebut cukup mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bagi anak muda yang memiliki jadwal kuliah, pekerjaan, atau aktivitas lain yang tidak selalu dimulai sejak pagi. Daripada memaksakan sarapan ketika belum merasa lapar atau menahan perut sampai siang, brunch dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Bagi anak kos, waktu makan juga tidak jarang berkaitan dengan persoalan pengeluaran. Membeli sarapan dan makan siang secara terpisah berarti harus mengeluarkan uang untuk dua kali makan dalam rentang waktu yang berdekatan. Dengan brunch, dua waktu makan tersebut dapat diringkas menjadi satu kali makan yang lebih mengenyangkan.

Apalagi, di tengah kebutuhan sehari-hari yang semakin beragam, mengatur pengeluaran untuk makanan menjadi salah satu pertimbangan tersendiri bagi mahasiswa dan pekerja muda. brunch pun dapat menjadi pilihan sederhana bagi mereka yang ingin tetap makan dengan cukup tanpa harus terlalu sering membeli makanan dalam sehari.

Namun, brunch bukan berarti sekadar menggabungkan sarapan dan makan siang. Perkembangan budaya brunch membuat waktu makan tersebut juga hadir sebagai pengalaman kuliner tersendiri. Sejumlah kafe dan restoran menawarkan menu yang memang dirancang untuk disantap menjelang siang, mulai dari roti panggang, telur, waffle, salad, hingga berbagai pilihan minuman. 

Konsep tersebut kemudian semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat perkotaan. brunch dapat dilakukan di rumah dengan menu sederhana, dibeli dari warung makan, maupun dinikmati di kafe. Artinya, brunch tidak selalu identik dengan makanan mahal atau tempat makan yang estetik.

Meski begitu, waktu makan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Bagi orang yang memiliki masalah pencernaan, menunda makan terlalu lama atau memilih makanan tertentu saat perut kosong dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena itu, jenis makanan yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan, bukan hanya waktunya. 

Pada akhirnya, brunch menjadi salah satu cara untuk menyesuaikan waktu makan dengan ritme kehidupan yang semakin fleksibel. Bagi sebagian anak muda, terutama yang memiliki jadwal padat atau sedang berusaha mengatur pengeluaran, makan menjelang siang dapat menjadi jalan tengah antara sarapan yang terlalu pagi dan makan siang yang terlalu lama untuk ditunggu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: alodok