Kebakaran Gunung Rinjani Meluas Hingga 589 Hektare

Kebakaran Gunung Rinjani Meluas Hingga 589 Hektare

Asap tebal membumbung tinggi membakar vegetasi di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.--Dokumentasi Asli ANTARA/HO-Humas Balai TNGR

RADARTVNEWS.COM – Kebakaran hutan dan lahan yang menerjang kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus meluas hingga memasuki hari keempat. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat luas area yang terdampak Kebakaran telah mencapai 589,23 hektare hingga Kamis (24/9) setelah pertama kali dilaporkan pada Selasa (22/9) pukul 18.50 WITA.

Pusat titik api diketahui berada di sekitar kawasan Bukit Setampol dengan tingkat sebaran asap yang cukup pekat. Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengonfirmasi bahwa vegetasi yang terdampak kebakaran pada lokasi tersebut didominasi oleh tanaman rumput, ilalang, semak, serta berbagai jenis vegetasi bawah lainnya.

Upaya pemadaman api hingga saat ini terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan dengan menghadapi sejumlah hambatan berat. Kecepatan angin yang kencang dipadu dengan kondisi vegetasi yang sangat kering membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar ke area sekitarnya.

Selain faktor cuaca, lokasi titik kebakaran yang berada di medan terjal berupa tebing juga menjadi tantangan besar bagi para petugas. Waktu tempuh perjalanan menuju titik lokasi kebakaran diperkirakan mencapai sekitar enam jam, sehingga memperlambat mobilisasi peralatan dan personel pemadam.

BACA JUGA:Update Korban KM Virgo Transport 8, Tim SAR Fokuskan Penyelaman Badan Kapal

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Balai TNGR telah mengambil langkah tegas dengan menutup sementara jalur pendakian Torean sejak Rabu (23/9). Penutupan ini dilakukan demi menjamin keselamatan para pengunjung serta memberikan ruang gerak bagi tim pemadam untuk melakukan pemantauan dan pengendalian api.

Hingga saat ini, tim pemadam Balai TNGR terus bersiaga serta melakukan pemetaan titik api guna mencegah perluasan area kebakaran lebih lanjut. Pihak pengelola mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk selalu mematuhi aturan serta mewaspadai bahaya kebakaran hutan di kawasan konservasi tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: unggahan akun instagram @katadatacoid