Terlalu Banyak Makan Manis, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai!

Terlalu Banyak Makan Manis, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai!

--Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Makanan dan minuman manis menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari, mulai dari kue, cokelat, permen hingga berbagai minuman kekinian. Namun, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI melalui artikel yang diterbitkan pada 30 Agustus 2023 menjelaskan, makanan dan minuman manis umumnya memiliki kandungan kalori tinggi, tetapi tidak banyak memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan hingga obesitas.

Gula termasuk karbohidrat sederhana yang lebih cepat diserap tubuh. Dalam jumlah berlebihan, konsumsi gula dapat berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung.

Kemenkes menyebutkan, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis juga dapat meningkatkan keinginan untuk terus makan. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan kerja hormon leptin yang berperan dalam mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketika sinyal kenyang terganggu, seseorang dapat lebih mudah mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan.

Selain obesitas, konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2. Asupan gula yang tinggi dapat berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami penurunan sensitivitas terhadap insulin sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat.

Dampaknya juga dapat berkaitan dengan kesehatan jantung. Kemenkes menjelaskan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan dan minuman manis cenderung memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih rendah dan LDL yang lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah.

Masalah kesehatan lain yang dapat muncul antara lain kerusakan gigi, penyakit ginjal, penyakit hati, serta nyeri sendi atau gout. Kandungan gula yang tersisa di rongga mulut dapat dimanfaatkan bakteri untuk menghasilkan asam yang kemudian mengikis email gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan masalah pada kulit. Peningkatan kadar gula darah dapat mendorong proses yang berhubungan dengan munculnya jerawat. Selain itu, proses glikasi dapat memengaruhi kolagen dan elastisitas kulit.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Kemenkes menganjurkan masyarakat mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Pilihan yang dapat dilakukan antara lain mengonsumsi buah sebagai sumber gula alami, memperbanyak makanan berserat dari sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta mencukupi waktu tidur.

BACA JUGA:Diabetes Mulai Menyerang Anak Muda, Kenapa Penyakit Ini Tidak Lagi Identik dengan Orang Tua?

Masyarakat juga dianjurkan memilih air putih atau minuman tanpa pemanis sebagai alternatif minuman manis. Berdasarkan Permenkes RI Nomor 30 Tahun 2013 yang dikutip Kemenkes, kebutuhan gula masyarakat Indonesia dianjurkan kurang dari 50 gram per hari atau setara maksimal empat sendok makan gula.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: kemenkes