Mood Lagi Berantakan, Kenapa Makanan Manis Terasa Lebih Menenangkan

Mood Lagi Berantakan, Kenapa Makanan Manis Terasa Lebih Menenangkan

Makanan manis di duga lebih efektif menaikan mood kita di banding cita rasa lainnya.--

RADARTVNEWS.COM — Pernah merasa ingin makan cokelat, es krim, kue, atau minuman manis ketika sedang bad mood? Kebiasaan tersebut cukup umum dan membuat makanan manis sering dianggap sebagai pilihan cepat untuk memperbaiki suasana hati.

Rasa manis memang memiliki hubungan dengan sistem penghargaan atau reward system di otak. Ketika seseorang menikmati makanan yang lezat, termasuk makanan dengan rasa manis, aktivitas pada jalur penghargaan otak dapat meningkat. Salah satu zat kimia otak yang terlibat dalam proses tersebut adalah dopamin, yang berperan dalam motivasi dan respons terhadap sesuatu yang dianggap menyenangkan.

Selain faktor biologis, pengalaman makan juga ikut memengaruhi. Makanan manis sering dikaitkan dengan momen menyenangkan sejak kecil, seperti perayaan ulang tahun, hadiah, atau waktu bersantai. Karena itu, ketika seseorang sedang mengalami hari yang melelahkan atau suasana hati kurang baik, makanan tertentu bisa terasa lebih menenangkan karena membawa pengalaman positif yang sudah familiar.

Namun, anggapan bahwa gula secara otomatis dapat membuat seseorang lebih bahagia perlu dilihat dengan lebih hati-hati. Sejumlah penelitian yang meneliti hubungan konsumsi glukosa atau sukrosa dengan suasana hati tidak menemukan bukti kuat bahwa gula memberikan peningkatan mood yang konsisten. Meta-analisis terhadap penelitian konsumsi karbohidrat juga menemukan tidak adanya efek positif yang jelas terhadap berbagai aspek suasana hati setelah konsumsi.

BACA JUGA:Benarkah Makanan Manis Bisa Meningkatkan Mood Saat Haid? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Artinya, rasa nyaman setelah mengonsumsi makanan manis tidak selalu berarti gula sedang memperbaiki suasana hati secara langsung. Sensasi rasa, aroma, tekstur, rasa kenyang, kebiasaan, hingga konteks ketika makanan tersebut dikonsumsi dapat ikut berperan.

Makanan manis juga bukan satu-satunya jenis makanan yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan. Makanan favorit dengan rasa gurih, pedas, atau tekstur tertentu juga dapat mengaktifkan sistem penghargaan karena respons terhadap makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya rasa manis.

Karena itu, menikmati makanan manis sesekali sebagai bagian dari pola makan yang seimbang bukanlah sesuatu yang perlu dianggap buruk. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan frekuensinya, terutama karena konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.

Pada akhirnya, alasan makanan manis terasa seperti "mood booster" tidak sesederhana kandungan gulanya. Ada interaksi antara rasa, sistem penghargaan otak, pengalaman pribadi, dan situasi ketika makanan tersebut dikonsumsi. Jadi, ketika suasana hati sedang turun, rasa nyaman setelah menyantap makanan manis bisa terasa nyata, tetapi bukan berarti gula merupakan solusi utama untuk memperbaiki mood.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: pubmed