Apa Itu Earworm? Ini Alasan Lagu Bisa Terus Berputar di Pikiran
fenomena earworm-pexels-Vitaly Gariev
Pernah baru mendengar sebuah lagu, tetapi beberapa menit kemudian bagian reff-nya terus berputar di kepala? Padahal musiknya sudah dimatikan dan kita bahkan sedang melakukan aktivitas lain.
Fenomena tersebut dikenal sebagai earworm. Dalam penelitian ilmiah, pengalaman ini disebut involuntary musical imagery (INMI), yakni ketika potongan musik muncul dan berulang di dalam pikiran tanpa sengaja.
Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Psychonomic Bulletin & Review pada 2020 menganalisis 47 penelitian dari 33 artikel ilmiah mengenai INMI. Peneliti menemukan bahwa earworm merupakan fenomena yang umum dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik musik dan kondisi seseorang.
Kenapa Lagu Bisa Terus Terngiang?
Salah satu penyebabnya adalah paparan terhadap musik. Semakin sering seseorang mendengarkan musik, semakin besar kemungkinan sebuah potongan lagu muncul kembali secara spontan di dalam pikiran.
BACA JUGA:Lagu Sudah Lama Dirilis, Kok Bisa Viral Lagi? TikTok Kembali Mengubah Cara Musik Ditemukan
Penelitian Floridou, Williamson, dan Stewart pada 2017 menunjukkan bahwa INMI lebih sering muncul ketika seseorang berada dalam kondisi dengan beban kognitif yang rendah. Dalam penelitian tersebut, 65 persen peserta melaporkan mengalami INMI pada kondisi awal. Ketika mereka diberikan tugas yang membutuhkan perhatian lebih, frekuensi munculnya INMI ikut menurun.
Itulah sebabnya earworm sering muncul ketika sedang melakukan aktivitas yang tidak terlalu membutuhkan konsentrasi, seperti mandi, berjalan, atau mengerjakan pekerjaan rutin.
Karakteristik lagu juga dapat berpengaruh. Penelitian sebelumnya yang dirangkum dalam tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa musik dengan tempo cepat dan pola tertentu lebih mudah memicu pengalaman earworm.
Bahkan Bisa Muncul Saat Tidur
Yang menarik, lagu yang terus terngiang tidak selalu berhenti ketika seseorang mulai tidur. Penelitian yang diterbitkan dalam Psychological Science pada 2021 menemukan adanya hubungan antara earworm pada malam hari dan kualitas tidur. Dalam salah satu eksperimen, peserta yang mendengarkan lagu sebelum tidur lebih mungkin mengalami earworm pada malam hari. Peneliti juga menemukan bahwa musik instrumental dapat meningkatkan kejadian earworm dalam kondisi penelitian tersebut.
Para peneliti bahkan menemukan bahwa sekitar seperempat peserta dalam penelitian tersebut terbangun dari tidur dengan earworm. Hal ini menunjukkan bahwa pemrosesan melodi dapat terus berlangsung ketika seseorang sedang tidur.
Apakah Earworm Berbahaya?
Tidak selalu. Earworm merupakan bagian dari pengalaman kognitif yang umum dan pada sebagian orang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, jika lagu terus berulang terutama ketika hendak tidur, pengalaman tersebut dapat terasa mengganggu.
Penelitian tentang INMI sendiri masih terus berkembang. Para peneliti telah menemukan berbagai faktor yang memengaruhi munculnya earworm, tetapi fungsi pasti dari fenomena tersebut masih belum sepenuhnya dipahami.
Jadi, kalau tiba-tiba sebuah lagu terus berputar di kepala tanpa diminta, kemungkinan besar otak bukan sedang “error”. Kamu mungkin hanya sedang mengalami earworm ketika musik berhenti diputar di luar, tetapi masih terus bermain di dalam kepala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: