Kasus Gangguan Pernapasan Akibat Asap Karhutla Melonjak

Kasus Gangguan Pernapasan Akibat Asap Karhutla Melonjak

ilustrasi masyarakat menggunakan masker saat kualitas udara terdampak asap.--Ilustrasi: Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Kasus gangguan pernapasan yang berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengalami peningkatan tajam. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah kasus mencapai 113.336 orang per 9 September 2026.

Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 1 September 2026 yang tercatat sebanyak 50.891 kasus. Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Indonesia menghadapi peningkatan kebakaran hutan dan lahan serta kualitas udara yang terdampak asap.

Menurut laporan Reuters, Sumatra dan Kalimantan menjadi wilayah yang termasuk paling terdampak. Kondisi cuaca panas dan kekeringan turut memperbesar risiko kebakaran selama musim kemarau tahun ini. 

Paparan asap dalam waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu memperhatikan kondisi udara dan mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk.

Peningkatan kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Dampak terhadap kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian karena asap dapat menyebar hingga ke wilayah yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: