1.730 Bencana Melanda Indonesia hingga September 2026, Karhutla Mendominasi
Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian (YouTube BNPB)--
RADARTVNEWS.COM — Beragam bencana masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026. Hingga 7 September 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.730 kejadian bencana sejak awal tahun.
Kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian yang paling banyak tercatat. Dari keseluruhan bencana tersebut, terdapat 627 kejadian karhutla. Kondisi ini diikuti oleh banjir dengan 543 kejadian dan cuaca ekstrem sebanyak 324 kejadian.
Jenis bencana lainnya yang turut tercatat adalah tanah longsor sebanyak 105 kejadian dan kekeringan sebanyak 101 kejadian. Sementara itu, gelombang pasang dan abrasi tercatat sebanyak 14 kejadian.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Bencana Alam, Ini Penyebab Gunung Meletus dan Dampaknya bagi Lingkungan
Untuk bencana yang berkaitan dengan aktivitas geologi, BNPB mencatat 13 kejadian gempa bumi dan tiga erupsi gunung api hingga periode pencatatan tersebut.
Rangkaian bencana yang terjadi tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada tempat tinggal masyarakat. Sebanyak 111.533 rumah terdampak, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.
Dari jumlah tersebut, 29.143 rumah masuk kategori rusak berat, 24.521 rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan 57.869 lainnya mengalami kerusakan ringan.
Sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak. Kerusakan tercatat pada 2.361 fasilitas pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor, serta 92 jembatan.
Banyaknya kejadian bencana tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat. Setiap wilayah memiliki potensi ancaman yang berbeda, sehingga informasi mengenai cuaca, kondisi lingkungan, serta peringatan dini perlu diperhatikan.
Upaya pengurangan risiko bencana juga tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat, pemahaman jalur evakuasi, hingga mengikuti informasi dari lembaga resmi menjadi langkah yang dapat membantu mengurangi dampak ketika terjadi bencana.
Perlu diketahui, angka 1.730 kejadian merupakan data hingga 7 September 2026, sehingga jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pencatatan bencana akan terus berlangsung hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: badan nasional penanggulangan bencana (bnpb)