Harga Masker Melonjak di Tengah Bencana, Pemerintah Diminta Bertindak

Harga Masker Melonjak di Tengah Bencana, Pemerintah Diminta Bertindak

Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah menindak tegas penjual dan penimbun masker yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah situasi bencana.--

RADARTVNEWS.COM - Pemerintah diminta mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga masker secara tidak wajar.

Kenaikan harga yang dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dinilai dapat menyulitkan warga dalam memperoleh alat pelindung pernapasan.

Masker menjadi salah satu perlengkapan yang banyak dibutuhkan masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi bencana yang berpotensi meningkatkan paparan debu, asap, maupun partikel lain yang dapat mengganggu kesehatan. 

Karena itu, ketersediaan masker dengan harga yang terjangkau menjadi penting bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

"Kami meminta ada tindakan tegas bagi pihak-pihak yang dengan sengaja menaikkan harga masker dan kemudian menjualnya kembali dengan harga tinggi saat erupsi Gunung Anak Krakatau atau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tindakan tegas diharapkan dapat memberikan efek jera agar tidak terulang lagi. Kasihan masyarakat yang terdampak erupsi dan membutuhkan masker, tetapi malah harus mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkannya,” ujar anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Rivqy itu mengaku menerima laporan terkait kenaikan harga masker dengan jenis dan spesifikasi yang sama. 

Masker yang sebelumnya dijual puluhan ribu rupiah disebut melonjak hingga ratusan ribu rupiah.

BACA JUGA:Pemerintah Target Hentikan TPA Open Dumping pada 2026

Selain harga yang melonjak, masyarakat juga dilaporkan kesulitan mendapatkan masker.

Sejumlah pembeli yang telah memesan melalui marketplace disebut mengalami pembatalan pesanan. 

Produk yang sama kemudian kembali ditawarkan dengan harga lebih tinggi.

“Kita ini hidup di ring of fire. Kondisi gunung berapi aktif yang sewaktu-waktu dapat erupsi harus menjadi pengingat pentingnya ketersediaan barang untuk perlindungan kesehatan, termasuk masker. Tetapi jangan sampai situasi seperti ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia menyebut kebutuhan masker masih tinggi di sejumlah wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Lampung dan Banten, serta daerah yang menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. 

Pemerintah pun diminta memastikan harga dan ketersediaan masker tetap terkendali.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: sindonews