Harga Pangan Kembali Jadi Perhatian, Ini Penyebab Harganya Mudah Berubah

Harga Pangan Kembali Jadi Perhatian, Ini Penyebab Harganya Mudah Berubah

--

RADARTVNEWS.COM - Harga sejumlah bahan pangan di Indonesia kerap mengalami perubahan. Dalam waktu tertentu, harga beras, cabai, bawang, telur, hingga daging dapat mengalami kenaikan maupun penurunan yang dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Perubahan harga pangan merupakan hal yang tidak terjadi tanpa sebab. Ada sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari produksi hingga proses distribusi sebelum bahan pangan sampai ke tangan konsumen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di tingkat penggilingan mengalami kenaikan pada Agustus 2026. Rata-rata harga beras premium tercatat Rp15.062 per kilogram, meningkat 1,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara beras medium mencapai Rp13.897 per kilogram atau naik 1,48 persen secara bulanan.

BACA JUGA:Dari RUU Perampasan Aset hingga Harga Pangan, Ini Tuntutan dalam Aksi 27 Agustus!

Pergerakan harga juga terlihat pada sejumlah komoditas lainnya. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 1 September 2026 mencatat harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp77.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah tercatat sekitar Rp37.200 per kilogram dan bawang putih Rp38.400 per kilogram.

Salah satu penyebab yang cukup berpengaruh adalah kondisi produksi. Sebagian besar bahan pangan berasal dari sektor pertanian yang sangat bergantung pada keadaan cuaca. Gangguan selama masa tanam maupun panen dapat membuat jumlah produksi berkurang sehingga pasokan di pasar ikut menurun.

Ketika jumlah barang yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, harga cenderung bergerak naik. Sebaliknya, hasil panen yang melimpah dapat meningkatkan pasokan dan membuat harga suatu komoditas turun.

Selain produksi, distribusi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan harga. Bahan pangan harus melewati perjalanan dari sentra produksi menuju pasar atau daerah konsumsi. Biaya transportasi, penyimpanan, hingga proses distribusi dapat memengaruhi harga akhir yang dibayarkan konsumen.

Permintaan masyarakat turut menentukan pergerakan harga. Pada periode tertentu, kebutuhan terhadap bahan pangan tertentu dapat meningkat. Jika peningkatan permintaan tidak diikuti ketersediaan barang yang cukup, harga dapat mengalami kenaikan.

Pergerakan harga pangan juga memiliki kaitan dengan inflasi. BPS mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, dengan inflasi bulanan sebesar 0,21 persen.

BACA JUGA:Biji Hanjeli, Bahan Pangan Sejak Zaman Prasejarah yang Kini Kembali Dilirik

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga pangan dipengaruhi oleh banyak aspek yang saling berhubungan. Produksi, cuaca, pasokan, distribusi, hingga permintaan masyarakat dapat menentukan harga bahan pangan yang ditemui sehari-hari.

Karena menjadi kebutuhan utama, perkembangan harga pangan terus menjadi perhatian. Kestabilan pasokan dan distribusi menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: bps

Berita Terkait