Ini 5 Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat, Bisa Picu Mesin Mati Mendadak

Ini 5 Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat, Bisa Picu Mesin Mati Mendadak

Bahaya Abu Vulkanik bagi Pesawat, Bisa Picu Mesin Mati Mendadak-Ilustrasi Dari Magnific-Magnific

RADARTVNEWS.COMAbu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi gunung api dapat menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penerbangan. Partikel abu tersebut sebagian besar mengandung silikat yang bersifat keras sehingga berbahaya apabila masuk ke dalam mesin pesawat.

Informasi tersebut disampaikan oleh akun Instagram resmi InJourney Airports pada Senin (7/9). Dalam penjelasannya, InJourney Airports membeberkan lima alasan pesawat tidak dapat menembus wilayah yang dipenuhi abu vulkanik.

Bahaya pertama berkaitan dengan mesin pesawat. Abu vulkanik yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan pesawat kehilangan tenaga. Suhu tinggi di dalam mesin dapat membuat partikel abu meleleh.

Material tersebut kemudian dapat kembali mengeras ketika mencapai bagian mesin yang memiliki suhu lebih rendah. Abu yang mengeras dapat membentuk lapisan menyerupai kaca sehingga mengganggu aliran udara di dalam mesin.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan engine stall, bahkan membuat mesin kehilangan tenaga atau mati secara mendadak. Situasi ini tentunya dapat membahayakan penerbangan.

Bahaya kedua adalah kaca kokpit dapat menjadi buram akibat paparan abu vulkanik. Kondisi tersebut dapat mengganggu pandangan pilot dan menyulitkan proses pengoperasian pesawat.

Selanjutnya, abu vulkanik juga dapat merusak berbagai sensor pesawat. Kerusakan pada sensor berpotensi menyulitkan pilot dalam memperoleh informasi penting yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan selama penerbangan.

Bahaya lainnya adalah berkurangnya jarak pandang pilot. Abu vulkanik yang memenuhi udara dapat membuat kondisi di sekitar pesawat menjadi sulit terlihat sehingga meningkatkan risiko selama penerbangan.

Alasan terakhir, erupsi gunung api dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyemburkan abu dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan sulit diprediksi secara cepat.

Karena berbagai risiko tersebut, pesawat tidak diperbolehkan sembarangan melintasi wilayah yang dipenuhi abu vulkanik. Keberadaan abu di udara perlu menjadi perhatian serius dalam menentukan keamanan dan rute penerbangan.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: tribunnews