664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, 77 Masih Jalani Perawatan

664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, 77 Masih Jalani Perawatan

Sebanyak 664 orang mengalami keracunan setelah menyantap MBG di Sidoarjo. Sebanyak 77 korban masih menjalani perawatan.--

RADARTVNEWS.COM - Kasus keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terus menjadi sorotan. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melaporkan korban keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai total 664 orang.

Sebanyak 77 orang masih menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan sebanyak 581 korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani penanganan medis.

"Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, observasi 6 pasien. Secara umum (kondisi pasien yang masih menjalani perawatan) stabil," ujar Lakhsmie, Kamis (3/9/2026).

BACA JUGA:Puluhan Siswa di Jayapura Diduga Keracunan Usai Santap MBG, RSUD Yowari Dirikan Tenda Darurat

Diketahui, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) siang.

Para korban mengalami sejumlah gejala, seperti mual, muntah, dan pusing. 

Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, sayur buncis baby corn, serta buah apel.

SPPG Kalitengah diketahui menyuplai program MBG untuk 19 lembaga pendidikan. Setelah insiden keracunan tersebut, operasional SPPG Kalitengah untuk sementara disuspend.

Secara keseluruhan, kondisi para korban yang masih menjalani perawatan dilaporkan stabil.

Meski jumlah korban mencapai 664 orang, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk memperkuat penanganan, Dinas Kesehatan Sidoarjo mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan. 

Tim tersebut bertugas menangani korban, baik di lokasi kejadian maupun di sejumlah rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: detiknews