Sepanjang September 2026, Bulan Akan "Bertamu" ke Empat Planet Berbeda di Langit Malam
bulan sabit dan planet venus-@akudan55mm-
RADARTVNEWS.COM – Langit Indonesia sepanjang September 2026 diprediksi bakal dihiasi pemandangan yang cukup istimewa. Bulan akan tampak berdekatan atau berkonjungsi dengan empat planet berbeda secara bergantian, menciptakan rangkaian fenomena langit yang bisa dinikmati tanpa perlu alat bantu khusus.
Fenomena pertama dimulai pada 6 hingga 7 September, ketika bulan sabit tua tampak berdekatan dengan planet Mars di ufuk timur menjelang fajar. Pada periode ini, permukaan bulan yang bercahaya hanya tersisa sebagian kecil, sehingga rona kemerahan Mars justru tampak lebih menonjol sebagai titik pembanding di dekatnya.
Belum genap dua hari berselang, giliran Jupiter yang menjadi teman dekat bulan. Konjungsi Bulan-Jupiter diperkirakan berlangsung pada 8 hingga 9 September menjelang matahari terbit. Sebagai salah satu objek paling terang di langit malam, kehadiran Jupiter di dekat bulan relatif mudah dikenali tanpa memerlukan teleskop.
BACA JUGA:Sturgeon Moon Muncul Malam Ini, Fenomena Bulan Purnama yang Sayang Dilewatkan
Fenomena berikutnya terjadi pada 14 September, saat bulan sabit muda tampak berdekatan dengan Venus, planet yang dikenal sebagai objek langit paling terang setelah matahari dan bulan. Di sejumlah wilayah tertentu seperti Malaysia, kedekatan ini bahkan berpotensi menghasilkan okultasi, yakni saat bulan seolah melintas tepat di depan Venus. Namun di kebanyakan wilayah lain, termasuk sebagian besar Indonesia, fenomena ini akan tetap terlihat sebagai kedekatan visual biasa tanpa okultasi.
Rangkaian konjungsi bulan dengan planet ini kemudian ditutup oleh pertemuan Bulan dan Saturnus pada 27 September. Planet bercincin ini akan tampak berdekatan dengan bulan di langit malam, memberikan kesempatan menarik bagi para pengamat langit untuk mengabadikan momen tersebut lewat kamera.
Selain deretan konjungsi tersebut, September juga menandai datangnya ekuinoks yang jatuh pada 22 hingga 23 September, saat matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga durasi siang dan malam di kedua belahan bumi menjadi hampir seimbang. Bulan purnama yang dikenal dengan sebutan Harvest Moon turut melengkapi kalender astronomi bulan ini, bersama rasi bintang Cassiopeia yang berbentuk huruf W atau M dan semakin mudah dikenali di langit malam.
Meski sebagian besar fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang, kejernihan pengamatan tetap dipengaruhi oleh kondisi cuaca, posisi benda langit terhadap ufuk, serta tingkat polusi cahaya di lokasi masing-masing pengamat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: