Profesor Malaysia Ungkap "Musuh Terbesar" Transisi Energi Bersih

Profesor Malaysia Ungkap

--

BANDAR LAMPUNG, RADARLAMPUNG.COM – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatemia) Universitas Lampung kembali menggelar rangkaian kegiatan Explosion of Chemical Engineering Study Activities (EXCESS) 2026 pada hari kedua, Minggu (30/8/2026), bertempat di Gedung Serba Guna Universitas Lampung. Kegiatan hari kedua ini berfokus pada penyelenggaraan seminar internasional yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

cara dibuka oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an beserta sari tilawah, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Himatemia, serta penampilan Tari Kreasi sebagai pembuka rangkaian acara. Setelah seremoni pembukaan, acara inti berupa seminar internasional pun dimulai dengan menghadirkan Prof. Dr. Md. Saidur Rahman, Profesor Riset Terkemuka sekaligus Kepala Pusat Penelitian Nano-Material Teknologi Energi dari Universitas Sunway, Malaysia, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Prof. Saidur Rahman membahas berbagai aspek terkait inovasi teknologi rendah karbon dan bagaimana kontribusinya terhadap upaya transisi energi global menuju target net zero. Pada sesi tanya jawab, ia mendapat pertanyaan mengenai tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengimplementasikan inovasi-inovasi tersebut di lapangan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Saidur Rahman menekankan bahwa persoalan pendanaan riset menjadi kendala paling mendasar yang dihadapi kalangan akademisi dan peneliti di bidang energi rendah karbon.

"Bagi saya, sebagai peneliti sekaligus akademisi, tantangan paling penting dalam mendukung inovasi teknologi rendah karbon adalah pendanaan. Sebab riset membutuhkan dana untuk merekrut mahasiswa, membeli peralatan, fasilitas, hingga biaya perjalanan. Jadi menurut saya, pendanaan adalah tantangan terpenting yang kita hadapi. Oleh karena itu, industri, universitas, dan masyarakat harus bersatu untuk mendanai serta mendukung upaya mengatasi tantangan tersebut," ujar Prof. Saidur Rahman.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam mendorong percepatan riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan, khususnya di tengah tantangan pendanaan yang masih menjadi hambatan utama.

Selain seminar internasional, rangkaian EXCESS 2026 hari kedua ini juga turut menghadirkan Andrea Novita, seorang Komunikator Sains dan Teknologi Pangan yang juga meraih penghargaan TikTok Discover List 2026 kategori Educators, sebagai pengisi Talkshow Influencer.

Kegiatan EXCESS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta melalui Seminar Internasional dan Talkshow Influencer, tetapi juga menjadi momentum bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman, inspirasi, serta memperluas perspektif dari para narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut," ujar Prof. Saidur Rahman.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara dunia akademik, industri, dan masyarakat dalam mendorong percepatan riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan, khususnya di tengah tantangan pendanaan yang masih menjadi hambatan utama.

Selain seminar internasional, rangkaian EXCESS 2026 hari kedua ini juga turut menghadirkan Andrea Novita, seorang Komunikator Sains dan Teknologi Pangan yang juga meraih penghargaan TikTok Discover List 2026 kategori Educators, sebagai pengisi Talkshow Influencer.

Kegiatan EXCESS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta melalui Seminar Internasional dan Talkshow Influencer, tetapi juga menjadi momentum bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman, inspirasi, serta memperluas perspektif dari para narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: