BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang
Tim penyelamat melakukan evakuasi di tengah bangunan yang rusak akibat gempa bumi. Foto ini merupakan ilustrasi.-Samimibir Fotografci/Pexels-pexels
RADARTVNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 103 orang hingga Selasa (25/8/2026).
Jumlah tersebut meningkat tiga orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 100 korban meninggal dunia pada Senin (24/8).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tambahan korban tersebut tercatat dalam pembaruan data penanganan gempa NTT.
Dari total 103 korban meninggal dunia, sebanyak 41 orang berasal dari Kabupaten Manggarai, 34 orang dari Manggarai Timur, 13 orang dari Nagekeo, enam orang dari Sikka, lima orang dari Ngada, tiga orang dari Ende, dan satu orang dari Manggarai Barat.
BNPB turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka juga mengalami peningkatan. Hingga Selasa, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka, naik dari 1.603 orang pada hari sebelumnya.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah korban luka yang cukup tinggi. Tercatat 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia terdiri atas 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Sementara berdasarkan kelompok usia, korban terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, serta 12 persen anak-anak dan remaja. Sisanya merupakan balita dan batita.
BNPB menyatakan pemutakhiran data korban masih terus dilakukan seiring masuknya laporan terbaru dari sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
BACA JUGA:Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dan Kering, Ini Kata BMKG
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58 WITA. Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan bangunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: bnpb