Sungai Barito Surut Drastis, Aktivitas Pelayaran dan Distribusi Logistik Terancam
Debit Sungai Barito di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami penyusutan drastis di tengah kondisi kemarau.-Dokumentasi -x / @EYulihastin
RADARTVNEWS.COM - Debit Sungai Barito di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami penyusutan drastis di tengah kondisi kemarau. Surutnya air bahkan membuat hamparan pasir atau gosong mulai terlihat di sejumlah bagian sungai, termasuk di sekitar Jembatan Kalahien.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sungai Barito merupakan salah satu jalur transportasi air yang penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang di Kalimantan Tengah. Penyusutan debit dan pendangkalan sungai dapat mempersempit alur pelayaran sehingga menyulitkan kapal berukuran besar untuk melintas.
Sejumlah kapal barang dan tongkang yang biasa memanfaatkan Sungai Barito berpotensi mengalami hambatan akibat kedalaman sungai yang semakin berkurang. Kondisi serupa juga dilaporkan berdampak terhadap taksi air di wilayah Barito bagian hulu, dengan beberapa alur pelayaran menjadi lebih dangkal dan meningkatkan risiko kapal kandas.
Penyusutan debit sungai berkaitan dengan kondisi kemarau panjang yang menyebabkan berkurangnya pasokan air. Di Barito Selatan, pemerintah daerah juga telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, termasuk risiko kebakaran hutan dan lahan.
BACA JUGA:Surutnya Sungai Serayu Ubah Wadas Cinta Carik Srowot Jadi Wisata Dadakan, Warga Raup Rezeki
Bagi sektor logistik, terganggunya jalur sungai dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kapal yang membawa kebutuhan pokok maupun barang lainnya berpotensi harus mengurangi muatan, menunggu kondisi air membaik, atau menggunakan jalur distribusi alternatif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan kondisi lingkungan dapat secara langsung memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Selain transportasi, warga yang bergantung pada sungai untuk kegiatan sehari-hari juga perlu menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi debit air.
Pemantauan terhadap kedalaman dan kondisi alur Sungai Barito menjadi penting untuk menjaga keselamatan pelayaran. Pemerintah dan pihak terkait juga perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi apabila kondisi sungai terus menyusut selama musim kemarau.
Masyarakat yang menggunakan jalur Sungai Barito diimbau tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan kondisi sungai sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi kapal dengan ukuran dan muatan besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: cnbc indonesia