Labuan Bajo Diguncang Gempa M 6,2, Listrik Padam dan Air Laut Surut

Labuan Bajo Diguncang Gempa M 6,2, Listrik Padam dan Air Laut Surut

Kondisi Labuan Bajo pascagempa M 6,2, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik dan air laut terlihat surut.--Photo: tribunnews

RADARTVNEWS.COM - Gempa bumi magnitudo 6,2 mengguncang wilayah sekitar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.13 WIB.

Kondisi Labuan Bajo pascagempa membuat warga setempat serta wisatawan panik. Saat ini, air laut terlihat surut dan aliran listrik mati.

BMKG mencatat, gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo. Lokasi gempa berada pada koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,11 derajat Bujur Timur (BT).

BACA JUGA:Kemlu Pastikan WNI Aman Setelah Gempa M 7,4 di Kolombia

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. 

Gempa terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada pukul 04.58.23 WIB.

Menurut Yasin, salah satu warga setempat, kepanikan mulai terlihat di kawasan Labuan Bajo setelah warga melihat fenomena air laut surut.

Sejumlah wisatawan, termasuk turis asing, tampak panik dan berhamburan keluar dari hotel karena khawatir terjadi tsunami.

"Saya di dermaga dekat Kantor Syahbandar, Hotel Meurorah. Saya lihat turis-turis, bule-bule sudah mulai panik, kebingungan. Informasi dari teman-teman di hotel-hotel juga tamu berhamburan keluar," kata Yasin.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena melihat air laut surut setelah gempa. 

Kondisi tersebut membuat warga memilih menjauh dari kawasan pantai dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tsunami.

Yasin juga merasakan langsung guncangan gempa saat berada di sebuah rumah panggung milik temannya di kawasan Kampung Air, Labuan Bajo. Menurutnya, guncangan terasa cukup kuat dan berlangsung selama beberapa menit sebelum kembali terjadi gempa susulan.

“Waktu itu saya sedang di rumah panggung kecil milik teman di Kampung Air. Guncangannya terasa sangat kuat dan cukup lama, kemudian berhenti. Setelah itu, terasa ada guncangan susulan,” ujar Yasin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: detiknews