PSG Juara Piala Super Eropa Back-to-Back, Samai Rekor AC Milan dan Real Madrid.
PSG menang UEFA SUPER CUP 2026-@psg-Instagram
RADARTVNEWS.COM – Paris Saint-Germain kembali menorehkan sejarah di pentas sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa. Menghadapi Aston Villa pada final yang berlangsung di Stadion Salzburg, Austria, Rabu (12/8/2026), PSG meraih kemenangan 2-1 dan memastikan trofi tersebut kembali menjadi milik mereka untuk dua musim berturut-turut. Kemenangan ini sekaligus membuat PSG menyamai catatan dua raksasa Eropa, AC Milan dan Real Madrid, sebagai klub yang mampu menjuarai Piala Super Eropa secara back-to-back.
Sejak awal pertandingan, PSG tampil dengan ambisi mempertahankan trofi yang mereka raih pada 2025. Sebagai juara Liga Champions, skuad asuhan Luis Enrique datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi meskipun persiapan mereka terbilang singkat. Sejumlah pemain PSG baru kembali bergabung dengan tim setelah menjalani rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 sehingga kondisi kebugaran menjadi salah satu perhatian utama sebelum laga.
Aston Villa yang berstatus sebagai juara Liga Europa 2026 juga tidak datang sekadar menjadi pelengkap. Klub asal Inggris tersebut berusaha memberikan perlawanan sejak awal pertandingan dan beberapa kali mampu mengganggu pertahanan PSG. Pertemuan kedua tim menjadi laga pembuka musim kompetisi Eropa 2026/2027 sekaligus mempertemukan dua juara kompetisi antarklub UEFA musim sebelumnya.
PSG akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia tersebut menunjukkan kualitas individunya ketika mampu menciptakan ruang dan melepaskan tembakan yang membawa PSG unggul 1-0. Gol tersebut membuat PSG berada dalam posisi yang lebih nyaman untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun, keunggulan PSG tidak bertahan hingga turun minum. Aston Villa memberikan respons melalui pemain muda Brian Madjo. Penyerang berusia 17 tahun itu mencetak gol menjelang akhir babak pertama untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut sekaligus mencatatkan nama Madjo dalam sejarah Piala Super Eropa karena ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi tersebut.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim berusaha meningkatkan intensitas permainan untuk mencari gol kemenangan. PSG yang memiliki pengalaman lebih besar dalam pertandingan final kembali menemukan momentum melalui Désiré Doué.
Doué mencetak gol pada menit ke-61 untuk membawa PSG kembali unggul 2-1. Gol tersebut sempat menjadi perhatian karena posisi Doué diperiksa melalui Video Assistant Referee atau VAR. Setelah dilakukan peninjauan, gol tersebut dinyatakan sah karena Doué tidak berada dalam posisi offside.
Aston Villa kemudian berusaha mengejar ketertinggalan. Pasukan Unai Emery menciptakan sejumlah peluang pada sisa pertandingan, tetapi pertahanan PSG mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Skor 2-1 bertahan dan PSG pun kembali mengangkat trofi Piala Super Eropa.
Bagi PSG, kemenangan tersebut memiliki arti lebih besar daripada sekadar tambahan trofi. Gelar Piala Super Eropa 2026 menjadi gelar kedua mereka secara beruntun setelah sebelumnya mengalahkan Tottenham Hotspur pada edisi 2025. Pada pertandingan tahun lalu, PSG meraih kemenangan melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang.
Catatan tersebut membuat PSG masuk ke dalam kelompok elite klub yang pernah memenangkan Piala Super Eropa secara berturut-turut. Sebelum PSG, AC Milan pernah melakukannya pada 1989 dan 1990, sedangkan Real Madrid mencatat prestasi serupa pada 2016 dan 2017. Dengan keberhasilan pada 2025 dan 2026, PSG kini menyamai pencapaian kedua klub tersebut dalam hal mempertahankan gelar Piala Super Eropa dua tahun berturut-turut.
Pencapaian tersebut juga semakin memperkuat era kejayaan PSG di sepak bola Eropa. Setelah meraih Liga Champions secara beruntun, PSG kini mampu menambah koleksi dengan mempertahankan Piala Super Eropa. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dominasi PSG tidak hanya terjadi dalam satu pertandingan final, tetapi mulai terlihat dalam konsistensi mereka memenangkan trofi bergengsi di level Eropa.
Di bawah Luis Enrique, PSG menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal mentalitas menghadapi pertandingan besar. Pelatih asal Spanyol tersebut kini telah mengantarkan klub meraih 13 trofi sejak mulai menangani PSG pada 2023. Keberhasilan di Salzburg menjadi tambahan penting dalam perjalanan Enrique bersama klub asal Paris tersebut.
Sementara itu, bagi Aston Villa, kekalahan tersebut menjadi akhir dari perjuangan mereka dalam perebutan trofi pembuka musim Eropa. Meski gagal menjadi juara, penampilan Villa menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan tekanan kepada PSG. Gol Madjo serta sejumlah peluang yang tercipta setelah PSG unggul kembali memperlihatkan bahwa Villa bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Kemenangan PSG atas Aston Villa juga menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan baru dalam sepak bola Eropa. Jika sebelumnya klub tersebut harus menunggu hingga 2025 untuk meraih Piala Super Eropa pertama dalam sejarahnya, kini hanya dalam waktu satu tahun mereka sudah berhasil mengoleksi dua gelar sekaligus mencatatkan sejarah back-to-back.
Dengan keberhasilan tersebut, PSG kini berada dalam jajaran klub yang mampu mempertahankan Piala Super Eropa, berdampingan dengan AC Milan dan Real Madrid. Namun, catatan ini tidak berarti PSG menyamai jumlah total gelar Piala Super Eropa kedua klub tersebut. Real Madrid masih menjadi klub tersukses dengan enam gelar, sementara AC Milan mengoleksi lima gelar. PSG baru memiliki dua trofi, tetapi keduanya diraih secara beruntun.
Trofi di Salzburg menjadi bukti bahwa PSG sedang membangun era baru dalam sejarah sepak bola Eropa. Setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions dan kini kembali menjadi juara Piala Super Eropa, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi tersebut sepanjang musim. Bagi PSG, kemenangan atas Aston Villa bukan hanya tentang satu pertandingan, melainkan tentang penegasan bahwa mereka kini mampu berdiri sejajar dengan klub-klub besar Eropa dalam urusan menciptakan sejarah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: uefa.com