Negosiasi Selat Hormuz Buntu, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Negosiasi Selat Hormuz Buntu, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Harga minyak dunia kembali melonjak -Ilustrasi Dari Magnific-Magnific

RADARTVNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan awal pekan di tengah kebuntuan negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz antara Iran, Oman, dan Amerika Serikat.

Minyak mentah Brent sebagai acuan harga minyak global diperdagangkan di atas USD 84 per barel pada pembukaan pasar, Senin (10/8/2026). Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan setelah harga Brent sebelumnya melonjak lebih dari 5 persen dalam tiga sesi perdagangan terakhir.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turut menguat. Harga WTI tercatat naik sekitar 1,3 persen menjadi USD 79,22 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi ketika Iran dan Oman dikabarkan belum mencapai kesepakatan akhir mengenai pembukaan kembali jalur Selat Hormuz hingga akhir pekan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa pemulihan pasokan minyak dan gas global masih akan tertunda.

Iran juga kembali menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Amerika Serikat sebagai syarat untuk membuka sepenuhnya jalur Selat Hormuz. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar minyak dunia.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih menunggu perkembangan situasi. Dalam wawancara dengan Axios pada Minggu, Trump mengatakan Amerika Serikat dapat menunggu hingga tekanan ekonomi membuat Iran melunak.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah selama beberapa pekan Trump sempat mengancam serangan udara besar-besaran terhadap Iran. Namun, ia kemudian menahan diri dengan alasan masih memberikan ruang bagi jalur diplomasi.

Kebuntuan negosiasi Selat Hormuz membuat pasar masih mencermati perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat, terutama dampaknya terhadap kelancaran pasokan minyak dan gas dunia.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: kumparan bisnis

Berita Terkait