Bukan Sekadar Murah, Tren Y2K Bikin Thrifting Makin Diminati Anak Muda
Beragam pakaian thrift dengan motif dan model yang dapat menjadi pilihan untuk menciptakan berbagai gaya fashion.--Pinterest
RADARTVNEWS.COM – Thrifting kini semakin diminati anak muda, khususnya Gen Z. Aktivitas berburu pakaian bekas tidak lagi hanya dianggap sebagai cara mendapatkan fashion dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi pilihan untuk menemukan berbagai outfit dengan gaya yang unik dan sesuai dengan tren.
Salah satu gaya yang ikut membuat thrifting menarik perhatian adalah Y2K. Gaya fashion yang terinspirasi dari tren akhir 1990-an hingga awal 2000-an tersebut kembali populer di kalangan anak muda. Item seperti baby tee, celana cargo, rok mini, jaket denim, hingga aksesori bergaya retro menjadi beberapa fashion item yang banyak digunakan untuk menciptakan tampilan Y2K.
Popularitas Y2K membuat anak muda memiliki alasan lain untuk berburu pakaian thrift. Berbagai item dengan model lama yang sudah sulit ditemukan di toko fashion modern justru dapat ditemukan ketika mencari pakaian bekas. Hal tersebut membuat aktivitas thrifting terasa seperti berburu fashion item yang unik dan tidak pasaran.
Selain Y2K, berbagai referensi gaya lainnya juga dapat ditemukan dalam tren thrifting. Gaya vintage, misalnya, menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai pakaian dengan nuansa klasik. Sementara itu, gaya Harajuku dan Japanese streetwear dapat menjadi inspirasi bagi anak muda yang ingin bereksperimen dengan outfit lebih playful, eksperimental, atau oversized.
Ada pula Mori Kei, salah satu gaya fashion Jepang yang identik dengan nuansa natural dan lembut. Gaya tersebut banyak menggunakan pakaian longgar, layering, serta warna earthy seperti cokelat, krem, hijau, dan putih. Berbagai fashion item yang cocok untuk gaya tersebut juga dapat ditemukan melalui aktivitas berburu pakaian thrift.
Banyaknya referensi fashion membuat anak muda dapat menentukan tema outfit sebelum datang ke toko thrift. Mereka bisa mencari item tertentu untuk menciptakan gaya Y2K, vintage, streetwear, hingga berbagai aesthetic lainnya.
Media sosial turut berperan dalam memperkenalkan berbagai gaya tersebut. TikTok dan Instagram menjadi tempat bagi Gen Z untuk menemukan inspirasi outfit, melihat cara memadukan pakaian, hingga mengikuti tren fashion yang sedang berkembang.
Tidak hanya menawarkan kesempatan untuk bereksperimen dengan gaya, thrifting juga memberikan pengalaman berburu fashion yang berbeda. Pakaian yang ditemukan biasanya memiliki model dan jumlah yang terbatas sehingga pembeli dapat memperoleh item yang terasa lebih unik dan personal.
Di sisi lain, penggunaan kembali pakaian bekas juga kerap dikaitkan dengan konsep fashion berkelanjutan. Memilih pakaian thrift dapat menjadi salah satu cara untuk memperpanjang masa penggunaan sebuah produk fashion dibandingkan hanya membeli pakaian baru.
Dengan semakin banyaknya referensi gaya yang berkembang di media sosial, thrifting kini menjadi bagian dari cara anak muda mengeksplorasi fashion. Bukan hanya karena harganya, beragam pilihan gaya seperti Y2K, vintage, Harajuku, Japanese streetwear, hingga Mori Kei membuat aktivitas berburu pakaian thrift semakin menarik bagi Gen Z.
BACA JUGA:Dari Hemat Jadi Gaya Hidup: Tren Barang Preloved dan Thrift Makin Digemari Anak Muda
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: