Pakar Komunikasi Politik Ingatkan Kabinet Bayangan, Kritik Harus Rasional dan Berbasis Data

Pakar Komunikasi Politik Ingatkan Kabinet Bayangan, Kritik Harus Rasional dan Berbasis Data

ilustrasi kritik Emrus Sihombing -generated image -ChatGPT

Bandar Lampung, RADARTVNEWS.COM – Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing mengingatkan anggota Kabinet Bayangan bentukan Koalisi Masyarakat Sipil agar mengedepankan kritik yang rasional, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Menurutnya, kualitas kritik akan menentukan kredibilitas Kabinet Bayangan sebagai instrumen pengawasan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

 

Emrus mengatakan, kritik yang disampaikan tanpa didukung fakta dan kajian yang kuat justru dapat menjadi bumerang bagi Kabinet Bayangan. Alih-alih mendapat kepercayaan publik, kritik yang tidak rasional berpotensi menjatuhkan kredibilitas kelompok tersebut.

 

"Kalau misalnya Kabinet Bayangan ini kritiknya justru mengada-ada, justru kredibilitas mereka jatuh. Kritik yang tidak rasional," kata Emrus , Senin (3/8/2026).

 

Ia menegaskan, setiap kritik terhadap pemerintah harus dibangun di atas data yang valid, analisis yang objektif, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, keberadaan Kabinet Bayangan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan kebijakan pemerintah.

 

"Keberhasilan Kabinet Bayangan tidak diukur dari seberapa keras mereka mengkritik pemerintah, melainkan dari kualitas argumentasi, akurasi data, dan kemampuan menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.

 

Kabinet Bayangan dibentuk Koalisi Masyarakat Sipil sebagai wadah pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Struktur yang menyerupai kabinet tersebut diisi akademisi, pakar hukum, ekonom, aktivis, hingga pegiat lingkungan yang bertugas mengawal bidang kementerian tertentu melalui kajian, kritik, dan rekomendasi kebijakan.

 

Pengawasan Harus Lebih Terarah

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: tribun news