Percepatan 15 Bendungan Jadi Sinyal Krisis Irigasi Pertanian Nasional
ilustrasi bendungan-Radar Lampung TV-
RADARTVNEWS.COM – Upaya percepatan pembangunan 15 bendungan yang tengah dilakukan pemerintah dinilai menjadi langkah penting, namun sekaligus menunjukkan masih besarnya tantangan sektor pertanian dalam mengatasi ketergantungan pada faktor alam.
Di berbagai daerah, petani hingga kini masih mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim. Kondisi ini membuat produksi pangan kerap tidak stabil, terutama saat terjadi fenomena iklim ekstrem seperti El Nino maupun curah hujan tinggi yang memicu banjir.
Pembangunan bendungan dan jaringan irigasi sebenarnya menjadi solusi jangka panjang yang terus didorong. Data Kementerian Pekerjaan Umum per 21 Juli 2026 mencatat terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi, sementara 15 lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp32,806 triliun.
Bendungan yang sedang dibangun tersebut tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Jawa hingga kawasan timur Indonesia. Jika seluruh proyek rampung, kapasitas tampungan air diperkirakan melampaui satu miliar meter kubik dan mampu mengairi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian.
Namun, di sisi lain, percepatan pembangunan ini juga mencerminkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur air yang selama ini belum merata. Tanpa dukungan irigasi yang memadai, ketahanan pangan nasional akan terus dibayangi risiko gagal panen akibat cuaca yang tidak menentu.
Selain untuk irigasi, keberadaan bendungan juga diharapkan berfungsi sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, hingga sumber energi terbarukan. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada pemerataan distribusi air serta kesiapan jaringan pendukung di tingkat daerah.
Data terbaru per 24 Juli 2026 menunjukkan bendungan yang telah beroperasi memiliki total volume tampungan mencapai 9,74 miliar meter kubik. Infrastruktur ini diperkuat dengan berbagai sumber air lain seperti situ, danau, hingga sumur bor yang disiapkan untuk menghadapi musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara