Psikolog Ingatkan Orang Tua Siap Dampingi Anak Hadapi Era Digital, Bukan Sekadar Membatasi Gadget

Psikolog Ingatkan Orang Tua Siap Dampingi Anak Hadapi Era Digital, Bukan Sekadar Membatasi Gadget

gambar, visualisai Dampingi Anak Hadapi Era Digital, Bukan Sekadar Membatasi Gadget.-gambar dari magnific-magnific

RADARTVNEWS.COM - Perkembangan teknologi membuat anak-anak yang lahir di era digital tidak dapat dipisahkan dari penggunaan gadget dan media sosial. Kondisi tersebut mendorong orang tua untuk tidak hanya fokus membatasi akses digital, tetapi juga mempersiapkan diri dalam mendampingi anak agar mampu menggunakan teknologi secara bijak.

Psikolog klinis anak RSIA Tumbuh Kembang, Nisfie M. Hoesein, menilai dunia digital akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Oleh karena itu, gadget tidak seharusnya dipandang semata sebagai ancaman, melainkan juga sebagai sarana pembelajaran yang perlu disertai literasi digital dan pendampingan sesuai usia.

Menurut Nisfie, anak perlu dibekali kemampuan literasi digital sejak dini agar mampu memahami manfaat maupun risiko penggunaan internet. Pendampingan orang tua menjadi faktor utama dalam memastikan anak mengakses konten yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Ia menjelaskan bahwa gadget dan pendampingan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Memberikan gadget kepada anak tanpa pengawasan tetap berisiko, berapa pun usia anak. Orang tua dianjurkan untuk mengarahkan penggunaan perangkat digital, menentukan batasan konten yang boleh diakses, serta mengajak anak berdiskusi mengenai apa yang mereka lihat selama menggunakan internet.

Pendampingan juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Pada usia sekitar 2 hingga 5 tahun, anak sebaiknya menggunakan gadget dengan pengawasan langsung dari orang tua. Sementara ketika anak berusia di atas 8 tahun, orang tua mulai dapat memberikan kepercayaan secara bertahap sambil tetap mengingatkan mengenai berbagai risiko yang mungkin ditemui di dunia digital.

Selain itu, Nisfie menekankan bahwa orang tua tidak mungkin menciptakan lingkungan digital yang sepenuhnya steril. Algoritma media digital berpotensi memperlihatkan berbagai konten yang tidak sesuai dengan usia anak. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci agar anak berani bercerita ketika menemukan konten yang membuatnya tidak nyaman.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan gadget tanpa pendampingan dalam jangka panjang dapat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak, seperti menurunnya empati, kemampuan komunikasi verbal, serta meningkatnya risiko gangguan perkembangan fisik, metabolik, hingga obesitas akibat kurangnya aktivitas fisik.

Dengan semakin dekatnya anak-anak dengan dunia digital, para orang tua diharapkan mampu membangun pola pengasuhan yang adaptif melalui literasi digital, komunikasi yang baik, serta pendampingan yang konsisten agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif bagi tumbuh kembang anak.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: cnn indonesia

Berita Terkait