Menabung Otot Sebelum Usia 30: Mengenal dan Mencegah Sarkopenia

Menabung Otot Sebelum Usia 30: Mengenal dan Mencegah Sarkopenia

fenomena penyusutan otot yang mulai terjadi sejak usia 30 tahun, yang dikenal sebagai sarkopenia.-Prakash Torase-Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Menginjak usia 30 tahun, banyak orang mulai merasakan perubahan pada tubuh, salah satunya adalah penurunan massa otot. Kondisi ini dikenal dengan istilah sarkopenia, yaitu kehilangan massa dan kekuatan otot secara bertahap seiring bertambahnya usia.

Meskipun sering dianggap sebagai masalah lansia, proses penyusutan otot sebenarnya sudah dimulai sejak dekade ketiga kehidupan.

Proses Penyusutan yang Tak Terhindarkan

Sarkopenia adalah kondisi yang ditandai dengan berkurangnya massa, kekuatan, dan fungsi otot. Penelitian menunjukkan bahwa setelah usia 30 tahun, tubuh dapat kehilangan 3% hingga 8% massa otot per dekade. Laju penurunan ini semakin cepat setelah memasuki usia 60 tahun.

Secara alamiah, massa otot mencapai puncaknya antara usia 20 hingga 30 tahun. Setelah itu, terjadi penurunan yang signifikan, terutama pada pria yang mulai menunjukkan tren penurunan dari pertengahan usia 30-an.

Dampak Sarkopenia pada Kualitas Hidup

Kehilangan otot bukan sekadar masalah estetika. Ini berdampak serius pada fungsionalitas dan risiko kesehatan.

Penurunan kekuatan otot dapat menyebabkan kelemahan fisik, peningkatan risiko jatuh, hingga keterbatasan mobilitas.

Individu dengan kekuatan otot rendah dapat memiliki risiko kematian hingga 50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki massa otot lebih baik.

Sarkopenia juga erat kaitannya dengan osteoporosis, peningkatan risiko patah tulang, dan berbagai penyakit metabolik .

Strategi Pencegahan: Menabung Otot Sejak Dini

Kabar baiknya, sarkopenia dapat dicegah dan diperlambat. Konsep #NabungOtot atau "menabung otot" mulai digaungkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi kesehatan otot sejak usia produktif .

1. Latihan Beban (Resistance Training)

Latihan beban adalah kunci utama. Olahraga kardio saja tidak cukup untuk mempertahankan massa otot. Dokter spesialis olahraga menganjurkan latihan beban 2-3 kali seminggu, seperti angkat beban, menggunakan resistance band, atau latihan beban tubuh (squat, push-up). Mulai dengan beban ringan dan tingkatkan secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: