Selat Sunda Diguncang Gempa Magnitudo 5,5 Dini Hari, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Selat Sunda Diguncang Gempa Magnitudo 5,5 Dini Hari, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

Peta episenter gempa bumi tektonik Magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu (8/7/2026) dini hari pukul 02.44 WIB. BMKG memastikan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi ini tidak berpotensi tsunami.--Google

BANDAR LAMPUNG, RADARTVLAMPUNGNEWS — Aktivitas seismik di zona subduksi Selat Sunda kembali meningkat. Pada Rabu (8/7/2026) dini hari pukul 02.44 WIB, gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah perairan antara Pulau Sumatra dan Jawa. Guncangan yang terjadi saat masyarakat tengah tertidur lelap tersebut sempat memicu kekhawatiran, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan cepat memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi mendatangkan gelombang tsunami.

Berdasarkan hasil analisis episenter oleh BMKG, pusat gempa terletak pada koordinat geografis di laut dekat kawasan Selat Sunda, atau secara spesifik berada di arah barat daya Pandeglang, Provinsi Banten. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal dengan kedalaman hiposentrum yang berada di batuan kerak bumi, sehingga getarannya merambat cukup efektif ke wilayah pesisir di sekitarnya.

Mekanisme Patahan Naik (Thrust Fault)

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas deformasi batuan pada zona subduksi lempeng, tempat di mana Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Ini adalah karakteristik umum dari gempa subduksi yang mengindikasikan adanya tekanan tektonik yang kuat di bawah Selat Sunda," jelas pihak BMKG dalam rilis resminya, Rabu (8/7/2026).

Dampak Guncangan Terasa di Dua Provinsi

Dampak guncangan dari gempa Magnitudo 5,5 ini dilaporkan meluas dan dirasakan di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Provinsi Lampung dengan intensitas yang bervariasi:

Skala III MMI: Di wilayah Pandeglang, Lebak, serta sebagian pesisir Lampung Selatan (seperti Kalianda dan sekitarnya). Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, dan beberapa warga melaporkan benda-benda ringan yang digantung sempat bergetar serta terdengar derit dinding kayu atau kaca jendela.Skala II MMI: Di wilayah Serang, Tangerang, hingga beberapa area di Lampung Barat. Getaran dirasakan oleh beberapa orang yang belum tidur dan membuat benda-benda gantung bergoyang perlahan.

Hingga Rabu sore, baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung maupun BPBD Banten belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan fasilitas umum, infrastruktur jalan, ataupun rumah warga. Korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini juga dinyatakan nihil.

Jalur Penyeberangan dan Aktivitas Maritim Normal

Kekhawatiran sempat muncul mengenai kelancaran arus logistik dan transportasi laut di Selat Sunda, khususnya jalur penyeberangan utama antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung) dan Pelabuhan Merak (Banten). Namun, otoritas pelabuhan bersama PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa operasional kapal penyeberangan tetap berjalan normal tanpa gangguan. Kondisi gelombang laut dan pasang surut di sekitar dermaga terpantau aman dan kondusif untuk pelayaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait