Perlinsos Digital Mulai Diuji Coba, Cara Baru Daftar dan Cek Bansos Lewat HP

Perlinsos Digital Mulai Diuji Coba, Cara Baru Daftar dan Cek Bansos Lewat HP

Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital --Antara News

RADARTVNEWS.COM - Pemerintah terus mendorong transformasi digital di berbagai sektor layanan publik, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial.

Salah satu langkah terbaru yang tengah menjadi sorotan adalah uji coba sistem Perlindungan Sosial Digital atau Perlinsos Digital yang mulai diperluas ke sejumlah daerah, termasuk Surabaya.

Kehadiran Perlinsos Digital menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini kerap menghadapi berbagai kendala dalam mengakses bantuan sosial.

Mulai dari data yang tidak diperbarui, proses pengajuan yang berbelit, hingga keluhan bantuan yang tidak tepat sasaran menjadi persoalan yang ingin diatasi melalui sistem baru ini.

Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi pertama di Indonesia. Sistem ini dibangun di atas fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang menghubungkan data dari berbagai instansi pemerintah dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.

Tujuannya adalah menciptakan penyaluran bantuan sosial yang lebih cepat, akurat, dan transparan.

Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada proses pendataan manual. Warga dapat mengakses portal Perlinsos secara mandiri menggunakan perangkat digital untuk mendaftar bantuan sosial, memeriksa status kelayakan, hingga mengajukan sanggahan apabila merasa berhak menerima bantuan namun belum terdaftar.

BACA JUGA: BBM Naik Tajam! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Masyarakat Khawatir Beban Hidup Bertambah

Sasaran utama program ini adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Saat melakukan pendaftaran, pengguna akan melalui proses verifikasi identitas menggunakan teknologi biometrik yang terhubung dengan data kependudukan nasional.

Setelah itu, sistem akan melakukan pengecekan otomatis dengan memanfaatkan data dari berbagai instansi pemerintah untuk menentukan tingkat kelayakan penerima bantuan.

Keberadaan Perlinsos Digital dinilai penting karena selama ini masih ditemukan masalah ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Tidak sedikit masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan justru belum terdaftar.

Sebaliknya, ada pula penerima yang dinilai tidak memenuhi kriteria namun tetap memperoleh bantuan. Melalui integrasi data secara real-time, pemerintah berharap potensi kesalahan tersebut dapat ditekan.

Sistem ini memungkinkan pembaruan data berlangsung lebih cepat sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tercermin secara lebih aktual.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

BACA JUGA: Pergantian Kepala BGN Disambut DPR, Tata Kelola Program MBG Diminta Lebih Transparan dan Akuntabel

Keunggulan lain dari Perlinsos Digital adalah adanya mekanisme sanggah yang dapat dilakukan langsung oleh masyarakat. Jika seseorang dinyatakan tidak layak menerima bantuan tetapi merasa memenuhi syarat, mereka dapat mengajukan keberatan melalui sistem yang sama.

Fitur ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran bansos.

Untuk mengakses layanan ini, masyarakat nantinya cukup masuk ke portal Perlinsos Digital menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), melakukan verifikasi identitas, memilih program bantuan yang diinginkan, lalu menunggu hasil verifikasi dari sistem.

Seluruh proses dirancang berlangsung dalam satu alur yang terintegrasi sehingga lebih praktis dibandingkan mekanisme konvensional.

Meski masih dalam tahap pengembangan dan perluasan implementasi, Perlinsos Digital menunjukkan arah baru dalam tata kelola bantuan sosial di Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: