Fresh Graduate Sulit Dapat Kerja? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar
Ilustrasi Wawancara kerja-Magnific-
RADARTVNEWS.COM – Mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah atau sekolah menengah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para fresh graduate. Di tengah persaingan yang semakin ketat, tidak sedikit lulusan baru yang mengaku kesulitan mendapatkan panggilan wawancara meski telah mengirimkan banyak lamaran kerja.
Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh minimnya lowongan pekerjaan. Dalam beberapa kasus, terdapat sejumlah kesalahan yang tanpa disadari justru mengurangi peluang pelamar untuk dilirik oleh perusahaan.
CV yang Kurang Relevan Jadi Kendala
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membuat curriculum vitae (CV) yang kurang menarik dan tidak relevan dengan posisi yang dilamar. Banyak pelamar memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan sehingga poin-poin penting justru sulit ditemukan oleh perekrut.
Bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, CV dapat diisi dengan pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, sertifikasi, maupun keterampilan yang mendukung posisi yang dituju. Penyusunan CV yang rapi dan mudah dibaca juga dapat memberikan kesan positif kepada perusahaan.
Mengirim Lamaran Tanpa Penyesuaian
Masih banyak fresh graduate yang mengirimkan CV dan surat lamaran yang sama ke berbagai perusahaan tanpa melakukan penyesuaian. Padahal, setiap posisi pekerjaan memiliki kebutuhan dan kualifikasi yang berbeda.
Menyesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar dapat membantu menunjukkan bahwa pelamar memahami kebutuhan perusahaan. Langkah sederhana ini juga dapat meningkatkan peluang dokumen lamaran lolos proses seleksi awal.
BACA JUGA:IPK Tinggi tapi Susah Dapat Kerja, Kok Bisa?
Kurang Persiapan Saat Wawancara Kerja
Kesalahan lain yang kerap ditemukan adalah kurangnya persiapan sebelum wawancara kerja. Beberapa pelamar datang tanpa mengetahui profil perusahaan, bidang usaha yang dijalankan, maupun posisi yang dilamar.
Padahal, wawancara kerja menjadi kesempatan bagi pelamar untuk menunjukkan minat dan kesiapan mereka terhadap pekerjaan yang ditawarkan. Memahami informasi dasar mengenai perusahaan dapat membantu pelamar menjawab pertanyaan dengan lebih percaya diri.
Jejak Digital Ikut Jadi Pertimbangan
Di era digital saat ini, jejak media sosial juga menjadi salah satu aspek yang mulai diperhatikan oleh sebagian perusahaan. Konten yang tidak profesional atau berpotensi menimbulkan kontroversi dapat memengaruhi penilaian perekrut terhadap kandidat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: