Tangan atau Kaki Sering Kesemutan, Normal atau Berbahaya?
Ilustrasi Kesemutan-Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Pernah tiba-tiba tangan atau kaki terasa mati rasa setelah duduk terlalu lama? Sensasinya kadang seperti ditusuk jarum kecil dan membuat bagian tubuh sulit digerakkan untuk beberapa saat.
Kondisi ini sering muncul saat seseorang duduk bersila terlalu lama, tidur dengan posisi tertentu, atau ketika tangan tertindih tanpa disadari. Meski umum terjadi, tidak sedikit orang merasa khawatir ketika sensasi tersebut datang tiba-tiba.
Secara medis, kesemutan dikenal sebagai parestesia, yaitu kondisi ketika saraf mengalami tekanan sementara sehingga sinyal saraf terganggu untuk beberapa waktu.
Karena itulah, sensasi mati rasa biasanya muncul ketika seseorang berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Setelah tekanan pada saraf berkurang dan aliran darah kembali lancar, rasa kesemutan umumnya perlahan menghilang dengan sendirinya.
Karena sering dianggap sepele, banyak orang tidak terlalu memikirkan kondisi ini. Padahal jika terjadi terlalu sering atau berlangsung lama, kesemutan juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.
BACA JUGA:Sering Kaget Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Ini Penjelasan Medisnya
Beberapa kondisi yang dapat memicunya antara lain kekurangan vitamin B12, diabetes, gangguan saraf, hingga masalah pada aliran darah. Selain itu, stres, kelelahan, dan kurang bergerak juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kesemutan.
Pada umumnya, kondisi ini tidak berbahaya jika hanya berlangsung singkat. Namun jika sensasi mati rasa muncul terus-menerus, terasa semakin parah, atau disertai nyeri dan kelemahan otot, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Untuk membantu mengurangi kesemutan, seseorang dianjurkan menghindari posisi tubuh yang sama terlalu lama, rutin bergerak, serta menjaga pola hidup sehat agar aliran darah dan kesehatan saraf tetap terjaga.
Karena itu, kesemutan yang hanya sesekali terjadi umumnya merupakan hal normal. Namun jika muncul terlalu sering atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab pastinya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: