Tips Mencegah Hipotermia di Gunung, Pendaki Wajib Tahu Sebelum Naik
-www.pexels.com/ROMAN ODINTSOV-
RADARTVNEWS.COM – Mendaki gunung selalu punya daya tarik tersendiri. Udara segar, pemandangan indah, dan rasa pencapaian saat sampai di puncak membuat banyak orang sangat menyukai kegiatan ini.
Namun, di balik pengalaman itu, ada risiko yang tidak boleh dianggap sepele, yaitu hipotermia. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan dingin dalam waktu lama.
Hipotermia bukan sekadar merasa kedinginan. Tubuh bisa kehilangan kemampuan menjaga suhu normal. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu fungsi organ hingga berbahaya.
Di gunung, risiko ini meningkat karena suhu yang rendah, angin kencang, dan cuaca yang mudah berubah. Agar pendakian tetap aman dan menyenangkan, penting untuk tahu cara menghindari hipotermia sejak awal.
Hipotermia biasanya terjadi karena kombinasi beberapa hal. Paparan udara dingin terlalu lama menjadi penyebab utama. Pakaian yang tidak sesuai juga memperbesar risiko. Selain itu, tubuh yang lelah dan kekurangan energi akan lebih cepat kehilangan panas.
Hal lain yang sering dianggap sepele adalah pakaian basah. Keringat atau air hujan bisa membuat suhu tubuh turun lebih cepat. Bahkan, terlalu lama diam tanpa bergerak juga bisa memicu hipotermia karena tubuh tidak menghasilkan panas yang cukup.
Supaya tetap hangat dan aman selama mendaki, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Gunakan pakaian berlapis: Gunakan pakaian yang bisa menyerap keringat di bagian dalam. Tambahkan lapisan hangat di tengah. Lapisan luar sebaiknya tahan angin dan air. Cara ini membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
- Jaga tubuh tetap kering: Segera ganti pakaian jika basah. Selalu siapkan baju cadangan di dalam tas.
- Makan dan minum yang cukup: Konsumsi makanan tinggi kalori bisa membantu. Minuman hangat juga efektif menjaga suhu tubuh.
- Lengkapi perlengkapan: Jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, dan kaus kaki hangat wajib dibawa. Sleeping bag juga penting untuk menjaga suhu tubuh saat istirahat.
- Gunakan alas saat beristirahat: Hindari duduk langsung di tanah. Gunakan matras atau alas lain agar panas tubuh tidak cepat hilang.
- Cek cuaca sebelum berangkat: Jika cuaca terlihat tidak bersahabat, lebih baik menunda pendakian. Gunung akan selalu ada, keselamatan harus jadi prioritas.
- Segera cari perlindungan: Saat hujan atau angin kencang datang, jangan memaksakan diri. Cari tempat aman seperti tenda atau pos.
Selain pencegahan, penting juga mengenali tanda awal hipotermia. Gejalanya meliputi tubuh mulai menggigil, gerakan terasa lambat, dan pikiran jadi kurang fokus. Jika gejala ini muncul, segera lakukan tindakan untuk menghangatkan tubuh.
Mendaki gunung memang menyenangkan bagi mereka yang menyukai tantangan. Namun, persiapan yang matang tetap harus diperhatikan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: