Perjalanan Mia Thermopolis: dari Insecure jadi Ratu di The Princess Diaries

Perjalanan Mia Thermopolis: dari Insecure jadi Ratu di The Princess Diaries

Mia Make Over-Elliot-Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Kalau kamu lagi butuh tontonan yang ringan, hangat, tapi tetap punya cerita yang bikin senyum-senyum sendiri, dua film dari seri Princess Diaries ini wajib banget masuk watchlist kamu.

Baik The Princess Diaries maupun The Princess Diaries 2: Royal Engagement punya vibe coming-of-age yang relatable, dibalut dengan dunia kerajaan yang dreamy.

Di film pertama, kita dikenalkan sama Mia Thermopolis, seorang remaja dengan rambut ikal mengembang, alis tebal, dan berkacamata. Hidupnya penuh dengan rasa kurang percaya diri, sering jadi bahan olokan, dan merasa nggak cukup dibanding teman-temannya.

Tapi semuanya berubah ketika dia tahu kalau dirinya ternyata adalah pewaris tahta kerajaan Genovia.

Dari sini, cerita berkembang jadi perjalanan transformasi Mia, bukan cuma secara penampilan, tapi juga cara dia melihat dirinya sendiri. Yang bikin film ini terasa dekat adalah konflik batinnya, antara tetap jadi diri sendiri atau memenuhi ekspektasi sebagai seorang putri.

Sosok neneknya yang elegan tapi tegas juga jadi penyeimbang yang menarik, apalagi dengan sentuhan humor yang nggak berlebihan.

Masuk ke film kedua, Mia yang sudah lebih dewasa kini harus menghadapi tuntutan yang lebih besar sebagai calon ratu.

Di The Princess Diaries 2: Royal Engagement, konflik utamanya adalah soal aturan kerajaan yang mengharuskan Mia menikah sebelum bisa naik tahta. Dari sini, cerita jadi lebih kompleks karena bukan cuma soal identitas diri, tapi juga tentang cinta, tanggung jawab, dan pilihan hidup.

Ada nuansa romantis yang lebih kuat di film ini, tapi tetap dibalut dengan komedi ringan yang khas.

Dari segi vibe, kedua film ini punya feel-good energy yang kuat. Kamu bakal ngerasa ikut tumbuh bersama Mia, dari remaja yang insecure jadi sosok perempuan yang berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Visualnya juga enak dilihat, dengan setting kerajaan yang elegan tapi tetap terasa fun, nggak terlalu kaku seperti film kerajaan pada umumnya.

Kenapa dua film ini layak kamu tonton? Karena mereka bukan cuma soal “jadi putri”, tapi lebih ke perjalanan menemukan jati diri. Ceritanya ringan, tapi punya pesan yang dalam soal self-acceptance, keberanian, dan pentingnya tetap jadi diri sendiri di tengah tekanan sosial.

Cocok banget ditonton saat kamu lagi pengen sesuatu yang nggak terlalu berat, tapi tetap meaningful. Bahkan kalau kamu nonton ulang, rasanya tetap hangat, kayak ketemu teman lama yang selalu bikin nyaman. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: