Bisnis Menantea Tutup, Jerome Polin Ungkap Fakta Sebenarnya
--
RADARTVNEWS.COM – Kabar penutupan brand minuman Menantea terkonfirmasi. Bisnis yang didirikan oleh Jerome Polin bersama kakaknya, Jehian Panangian Sijabat, resmi menghentikan seluruh operasional gerai pada 25 April 2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi Jerome Polin. Dalam pernyataannya, manajemen mengaku keputusan tersebut bukan hal mudah. Pasalnya, brand ini sempat berkembang pesat sejak berdiri pada 2021 dan memiliki ratusan gerai di berbagai kota di Indonesia.
Namun di balik popularitas tersebut, Menantea menghadapi masalah serius yang berujung pada penutupan permanen.
Dalam pernyataannya, Jerome dan Jehian mengungkapkan bahwa ada sejumlah kesalahan dalam pengelolaan bisnis sejak awal. Salah satu faktor utama adalah pemilihan mitra yang kurang tepat serta lemahnya sistem pengawasan internal perusahaan.
Permasalahan internal Menantea disebut sudah berlangsung sejak 2023 hingga 2025. Salah satu persoalan krusial adalah tidak dilakukannya audit keuangan secara rutin sejak awal operasional.
Kondisi ini kemudian memicu berbagai masalah yang semakin kompleks. Mulai dari keluhan para mitra, tagihan supplier yang belum terselesaikan, hingga kesalahan dalam pelaporan pajak.
Lebih jauh, manajemen juga menemukan adanya indikasi kecurangan (fraud) di dalam internal perusahaan. Temuan ini semakin memperparah kondisi operasional Menantea yang saat itu sudah berada dalam tekanan.
Ekspansi bisnis yang cepat tanpa sistem pengawasan yang kuat turut memperparah kondisi. Akibatnya, kepercayaan mitra dan publik perlahan menurun.
Manajemen sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan bisnis. Mulai dari audit investigatif, perbaikan sistem keuangan, hingga penyelesaian kewajiban kepada karyawan dan mitra. Upaya tersebut telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
Bahkan, upaya penyelamatan tersebut juga melibatkan penggunaan dana pribadi dari para pendiri untuk menutup berbagai kewajiban yang ada.
Namun, berbagai langkah tersebut dinilai belum cukup untuk memulihkan kondisi perusahaan secara menyeluruh. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, keputusan untuk menutup seluruh gerai akhirnya menjadi pilihan yang harus diambil.
Menjelang penutupan operasional, Menantea menggelar promo besar-besaran sebagai bentuk perpisahan kepada pelanggan. Program ini berupa clearance sale dengan harga minuman yang jauh lebih murah dari biasanya.
Beberapa produk bahkan dijual mulai dari kisaran Rp10.000 per cup, tergantung gerai dan ketersediaan menu. Promo ini berlangsung mulai dari 10 hingga 25 April 2025 dan disambut antusias oleh pelanggan.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menghabiskan stok bahan baku. Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen yang telah setia mendukung Menantea selama lima tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: