Harga Plastik Naik! Bisa Jadi Momentum Indonesia Lepas dari Ketergantungan Plastik

Harga Plastik Naik! Bisa Jadi Momentum Indonesia Lepas dari Ketergantungan Plastik

-Pinterest-

RADARTVNEWS.COM – Kenaikan harga plastik yang terjadi secara global memang menjadi isu ekonomi. Akan tetapi, ini merupakan momentum dalam membuka ruang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan

Kenaikan harga plastik dipicu oleh faktor global, salah satunya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kawasan tersebut merupakan pusat produksi minyak dunia, yang menjadi bahan utama pembuatan plastik. Ketika distribusi minyak terganggu, produksi bahan baku plastik ikut terdampak. 

Tidak hanya itu, kenaikan harga plastik juga berpotensi memicu inflasi pada berbagai produk konsumsi, mulai dari makanan, minuman, hingga kebutuhan rumah tangga.

Produk berbahan plastik atau yang menggunakan kemasan plastik diprediksi mengalami kenaikan harga secara bertahap. Hal tersebut disebabkan menipisnya stok lama yang harganya lebih murah.

Di Indonesia, lonjakan harga bahan baku plastik mencapai lebih dari 30–40 persen. Angka ini memaknai bahwa demand akan plastik sangat tinggi. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa selama ini ketergantungan masyarakat pada plastik sangatlah tinggi. 

Ketergantungan ini tercermin dari tingginya produksi sampah plastik nasional. Pada 2025, volume sampah plastik Indonesia diperkirakan mencapai 12,4 juta ton per tahun. Angka ini meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2020. 

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperlihatkan gambaran yang lebih rinci. Setiap warga Indonesia rata-rata menghasilkan sekitar 0,85 kilogram sampah per hari. Sekitar 17 persen di antaranya berupa plastik. 

Dari total sampah plastik yang dihasilkan, hanya sekitar 11 persen yang berhasil didaur ulang. Sisanya, sekitar 53 persen berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sementara 36 persen lainnya mencemari lingkungan terbuka.

Berbicara mengenai dampak lingkungan, tentu isu ini menjadi hal yang lumrah diketahui masyarakat. Dampak lingkungan di perkotaan misalnya, tumpukan sampah plastik kerap menyumbat saluran drainase, memperparah banjir, hingga menimbulkan pencemaran udara akibat praktik pembakaran terbuka. 

Sayangnya, kesadaran tersebut bukan berarti masyarakat bisa melepas ketergantungan akan plastik.

Oleh karena itu, kenaikan harga plastik menjadi momentum penting. Kenaikan harga plastik seharusnya tidak hanya direspons sebagai masalah ekonomi, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong perubahan lingkungan. 

Pemerintah dituntut membuat kebijakan publik yang lebih tegas. Hal ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Langkah yang bisa dilakukan adalah regulasi pembatasan penggunaan plastik, mencari bahan alternatif lainnya, serta penguatan sistem daur ulang.

Di sisi lain, masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting. Masyarakat harus mulai bergerak untuk merubah perilaku ketergantungan plastik.

Hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mendukung produk ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: