5 Kondisi Kesehatan yang Sebaiknya Tak Asal Konsumsi Alpukat!

5 Kondisi Kesehatan yang Sebaiknya Tak Asal Konsumsi Alpukat!

Ilustrasi: Alpukat yang Manis dan Kaya Nutrisi -Wired-Pinterest

RADARTVNEWS.COM — Alpukat sering dianggap sebagai buah sehat yang aman dimakan siapa saja. Rasanya enak, teksturnya lembut, dan sering masuk menu diet sampai sarapan harian.

Tapi, makanan sehat tetap bisa jadi masalah kalau kondisi tubuh sedang tidak cocok.

Pada beberapa orang, alpukat justru perlu dibatasi. Bukan karena buah ini berbahaya, tapi karena kandungannya bisa memicu keluhan tertentu bila dikonsumsi sembarangan.

Berikut lima kondisi kesehatan yang sebaiknya lebih hati-hati saat makan alpukat.

1. Penyakit ginjal

Alpukat mengandung kalium yang cukup tinggi. Bagi orang dengan gangguan ginjal, kelebihan kalium bisa jadi masalah karena tubuh tidak selalu mampu membuangnya dengan baik. National Kidney Foundation menjelaskan alpukat termasuk makanan tinggi kalium, sehingga konsumsi pada penderita gangguan ginjal perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

2. Masalah jantung jika pola makannya masih berlebihan

Alpukat memang mengandung lemak baik, tapi tetap tidak bisa dimakan seenaknya. Kalau dikonsumsi berlebihan atau diolah dengan banyak gula dan topping manis, manfaatnya bisa berkurang. Pola makan sehat untuk jantung tetap menekankan keseimbangan, bukan sekadar memilih satu makanan yang dianggap sehat. 

3. Alergi alpukat

Sebagian orang bisa mengalami alergi setelah makan alpukat. Gejalanya bisa berupa gatal di mulut, tenggorokan terasa aneh, mual, sampai reaksi yang lebih serius. Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan latex-fruit syndrome, yaitu reaksi silang pada orang yang sensitif terhadap lateks. 

4. Gangguan pencernaan sensitif

Pada beberapa orang dengan perut sensitif, alpukat bisa memicu rasa begah, kembung, atau tidak nyaman. Ini cukup sering terjadi pada orang yang punya gangguan pencernaan seperti IBS, terutama bila alpukat dikonsumsi dalam porsi besar. Referensi pola makan rendah FODMAP dari Monash University juga kerap dijadikan acuan untuk mengatur makanan pemicu pada penderita IBS. 

5. Sensitif terhadap histamin

Tak semua orang cocok dengan makanan yang bisa memicu histamin. Pada orang tertentu, alpukat dapat menimbulkan reaksi seperti gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman, atau gejala mirip alergi. Kondisi ini memang tidak dialami semua orang, tapi tetap perlu diperhatikan jika tubuh sering bereaksi setelah mengonsumsinya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: