Kenapa Otak Memutar Ulang Momen Memalukan? Simak Penjelasannya!
-freepik -
RADARTVNEWS.COM — Ada kalanya sebuah kenangan lama muncul begitu saja tanpa diduga. Saat sedang bersantai, tiba-tiba teringat kejadian bertahun-tahun lalu ketika salah bicara di depan kelas, terjatuh di tempat ramai, atau melakukan hal aneh lainnya. Anehnya, kejadian seperti itu sering muncul kembali dengan cukup jelas, bahkan detail kecilnya masih terasa sama seperti saat pertama terjadi.
Hal ini berkaitan dengan cara kerja otak dalam menyimpan pengalaman yang memiliki emosi kuat. Salah satu bagian otak yang berperan dalam proses tersebut adalah Amygdala, yaitu bagian yang membantu memproses emosi seperti takut, cemas, dan rasa malu.
Ketika seseorang mengalami situasi yang membuatnya merasa tidak nyaman di depan orang lain, otak akan menandai momen itu sebagai pengalaman penting.
Karena dianggap penting, ingatan tersebut tersimpan lebih kuat dibandingkan pengalaman biasa. Otak seperti mencoba “mengingatkan” agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.
Itulah sebabnya memori yang berkaitan dengan rasa malu atau kesalahan sosial sering terasa lebih melekat dibandingkan kejadian sehari-hari yang sebenarnya jauh lebih banyak.
Ada juga faktor lain yang ikut berperan, yaitu kebutuhan manusia untuk diterima oleh lingkungan sekitarnya. Sejak dulu, manusia hidup dalam kelompok sosial, sehingga penilaian orang lain menjadi sesuatu yang cukup berpengaruh.
Ketika seseorang pernah mengalami kejadian yang terasa memalukan di depan banyak orang, otak bisa menyimpannya sebagai bentuk peringatan agar lebih berhati-hati di situasi berikutnya.
Yang sering terjadi, kejadian tersebut terasa jauh lebih besar di dalam kepala sendiri. Banyak orang merasa momen memalukan itu akan selalu diingat oleh orang lain, padahal dalam kenyataannya belum tentu demikian. Orang di sekitar mungkin sudah lupa, atau bahkan tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut sejak awal.
Memori seperti ini pada akhirnya menjadi bagian dari proses belajar manusia. Otak menyimpan pengalaman yang dianggap penting, lalu sesekali memunculkannya kembali.
Bukan untuk membuat seseorang terus merasa malu, tetapi sebagai cara alami tubuh mengingat pengalaman yang pernah terjadi dan perlahan bergerak melewati masa itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: